Begini Bentuk Sampel Bulan yang Diungkap NASA Setelah Disegel Selama 50 Tahun

Oleh Iskandar pada 27 Mar 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 27 Mar 2022, 08:00 WIB
Pendaratan manusia di bulan
Perbesar
Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan pada 20 Juli 1969. (Sumber NASA)

Liputan6.com, Jakarta - NASA akhirnya membuka sampel bulan setelah disegel selama 50 tahun. Benda itu adalah salah satu sampel bulan era Apollo terakhir yang belum dibuka dan dikumpulkan selama misi Apollo 17 pada tahun 1972.

Salah satu alasan utama NASA menutup sampel begitu lama adalah karena badan antariksa itu berharap teknologi akan terus berkembang.

Sekarang hampir 50 tahun berlalu, NASA memiliki teknologi untuk mempelajari sampel bulan dengan sangat detail. Mengutip New York Post, Minggu (27/3/2022), sampel dibuka di Johnson Space Center di Houston, belum lama ini.

Gambar sampel inti bulan Apollo 17 ini dikeluarkan dari tabung penggeraknya di Johnson Space Center di Houston untuk pertama kalinya sejak dikumpulkan oleh astronot Apollo NASA pada Desember 1972. Dok: Zuma Press

Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi Direktorat Misi Sains NASA di Washington, mengatakan pihaknya memiliki kesempatan untuk membuka sampel yang sangat berharga--disimpan selama 50 tahun di bawah vakum.

"Kami akhirnya dapat melihat harta apa yang tersimpan di dalamnya," ungkap Zurbuchen dengan antusias.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

 


Diungkap Secara Live

NASA di Bulan
Perbesar
Pada 13 Desember 1972, astronaut ilmuwan NASA, Harrison Schmitt, berdiri di sebelah batu besar selama misi Apollo 17. Mosaik ini dibuat dari dua foto yang diambil oleh sesama penjelajah Bulan, Eugene Cernan. (NASA)

NASA mengungkapkan sampel bulan itu melalui video yang ditayangkan secara live streaming. Sampel misterius itu dikumpulkan selama misi berawak terakhir NASA ke bulan.

Sebagai informasi, sampel dari misi Apollo 17 akan berusia tepat 50 tahun pada 13 Desember tahun ini.

Astronot Eugene Cernan dan Harrison "Jack" Schmitt mengumpulkan sampel bulan dengan memalu tabung berukuran 14 inci ke permukaan bulan.

Mereka juga mengumpulkan sampel lain yang tidak disegel. Kedua tabung diisi dengan batu bulan dan debu.

 


Mengandung Volatil

Misi Apollo 11 di permukaa Bulan
Perbesar
Misi Apollo 11 di permukaa Bulan (NASA)

Kedua sampel dibawa kembali ke Bumi dan satu sampel yang tidak disegel vakum dibuka pada 2019. Tabung bersegel vakum lebih menarik karena mungkin mengandung zat yang disebut 'volatil'.

Volatil adalah gas yang menguap pada suhu normal. Mereka akan lolos dari tabung sampel bulan yang tidak disegel, tetapi mungkin akan ada di tabung yang disegel vakum.

Itulah sebabnya gas diekstraksi dengan sangat hati-hati dari sampel dengan menusuk tabungnya secara perlahan.


Infografis Jurus NASA Cegat Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi

Infografis Jurus NASA Cegat Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Jurus NASA Cegat Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya