Terima Kunjungan IESF, PBESI Bahas Persiapan World Championship 2022 di Bali

Oleh Yuslianson pada 12 Mar 2022, 11:30 WIB
Diperbarui 12 Mar 2022, 11:30 WIB
PBESI Terima Kunjungan IESF
Perbesar
PBESI Terima Kunjungan IESF untuk bahas persiapan World Championship 2022 di Bali. (Doc: PBESI)

Liputan6.com, Jakarta - Kejuaran dunia esports bertajuk IESF World Championship ke-14 dipastikan akan digelar di Bali pada November 2022.

Hadir sebagai turnamen terbesar di dunia, Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) memberikan update tentang acara tersebut dalam jumpa pers secara online, Jumat (11/3/2022).

Dalam jumpa pers virtual itu, Ketua Harian PBESI, Komjen Pol. Drs. Bambang Sunarwibowo, S.H., M.Hum menyampaikan kesiapan Indonesia menerima kehadiran delegasi dari 120 negara peserta di Bali.

Tak hanya itu, PBESI telah melakukan koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

PBESI juga melakukan koordinasi dengan berbagai organisasi dan komunitas esports nasional guna menentukan berbagai kebutuhan serta kepentingan fundamental, seperti pemilihan game yang akan dipertandingkan, kesiapan lokasi dan akomodasi, serta yang kritikal adalah penyiapan infrastruktur jaringan untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan kejuaraan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada IESF yang telah memberikan kepercayaan kepada Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan akbar skala dunia ini,” ujar Ketua Harian PBESI Komjen Pol. Drs. Bambang Sunarwibowo, S.H., M.Hum saat jumpa media secara virtual.

Dia menambahkan, "World Championship 2022 di Bali ini tidak hanya penting untuk pengembangan dunia esports Tanah Air, namun juga penting dalam mengakselerasi kembali roda perekonomian nasional dari sektor industri kreatif digital dan pariwisata.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


120 Negara di Dunia Ikut Serta

General Secretary IESF, Boban Totovski, saat bertemu dengan PBESI di Jakarta. (Doc: PBESI)

Lebih lanjut, General Secretary IESF, Boban Totovski, membagikan informasi terkait jumlah negara yang akan menghadiri turnamen World Championship 2022 di Nusa Dua, Bali, pada November tahun ini.

"Saat ini sudah terdaftar 127 negara ikutan, tapi karena ada pembatasan pandemi Covid-19 kemungkinan akan hadir kurang dari jumlah tersebut sekitar 120 negara," kata Boban.

Dengan jumlah tersebut, maka Bali akan dihadiri sekitar 130 ribu player dan 150 delegasi yang mewakili negara mereka masing-masing bertanding di IESF World Championship 2022.

 


Dongkrak Perekonomian Indonesia

Suasana pertandingan eSports. (Doc: ESL)

Dengan kehadiran para pemain dan delagasi dari berbagai dunia tersebut ke Bali, PBESI berharap hal ini dapat membantu mendongkrak perekonomian Indonesia kembali berputar.

"Kita berharap mengadakan di bali, turnamen esports ini dapat menyumbang ke perekonomian Tanah Air dalam bentuk sportourism. Tak hanya itu, turnamen ini juga diharapkan dapat membawa nama Indonesia ke kancah internasional,"" kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Octohari.

Dalam acara tersebut, PBESI juga mengungkap target Indonesia dalam turnamen bertaraf dunia tersebut. Disebutkan, timnas Tanah Air mengincar 3 dari 6 nomor kategori yang dipertandingkan di IESF World Championship 2022.

Adapun ke-6 game yang akan dipertandingkan, antara lain CS Go, Dota 2, PES, Tekken 7, Mobile Legends: Bang Bang, dan PUBG Mobile.

(Ysl/isk)


Infografis Dampak Bermain Game Berlebihan

Infografis Dampak Bermain Game Berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya