Pemain Call of Duty: Mobile Habiskan Rp 21,5 Triliun di App Store dan Google Play

Oleh M Hidayat pada 27 Feb 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 27 Feb 2022, 18:00 WIB
Call of Duty Mobile
Perbesar
Musim terbaru untuk Call of Duty Mobile yang sudah dapat diakses pemain di iOS dan Android. (Foto: Call of Duty Mobile)

Liputan6.com, Jakarta Call of Duty: Mobile telah melampaui USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 21,5 triliun dari belanja pemain secara global di App Store dan Google Play.

Nilai itu terhitung secara akumulatif sejak peluncuran resmi Call of Duty: Mobile pada Oktober 2021. Demikian menurut laporan perusahaan riset pasar aplikasi mobile Sensor Tower yang dikutip pada Minggu (27/2/2022).

Menurut Sensor Tower, pendapatan game tersebut pada tahun 2021 menjadi yang terbaik.

Game bergenre first-person shoter itu meraup pendapatan Rp 1,49 triliun pada tahun lalu yang bahkan berasal dari pengguna perangkat Apple saja.

Salah satu hal yang mendorong pencapaian itu antara lain peluncuran Call of Duty: Mobile di China pada Desember 2020.

Sekitar 29 bulan sejak resmi diluncurkan secara global, Call of Duty: Mobile telah menjadi salah satu titel mobile game yang menghasilkan pendapatan terbesar di dunia. Keberhasilannya, bersama dengan PUBG Mobile, telah membuka tren positif genre first-person shooter di pasar mobile.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Gelombang First-Person Shooter

Call of Duty: Mobile, menurut Sensor Tower, mendapati peringkat ke-14 sebagai titel mobile game yang menghasilkan pendapatan tertinggi secara global pada tahun 2021.

Pada saat yang sama, Call of Duty: Mobile menjadi first-person shooter ketiga, tepat di belakang Garena Free Fire dari Garena dan PUBG Mobile yang menempati posisi kedua dan pertama.

Data Sensor Tower juga menunjukkan, sejak Call of Duty: Mobile dirilis, genre first-person shooter secara keseluruhan terus berkembang.


Tren Positif

Belanja pemain disebut meningkat 50 persen secara tahunan pada tahun 2020 menjadi USD 5,7 miliar atau sekitar Rp 81 triliun. Berselang setahun, tren positif itu meningkat 10,5 persen menjadi USD 6,3 miliar atau sekitar Rp 90,3 triliun.

Pemain dari Amerika Serikat berkontribusi teratas pada belanja pemain Call of Duty: Mobile. Kemudian, Jepang dan China mengikuti di posisi kedua dan ketiga.


Infografis Dampak Bermain Game Berlebihan

Infografis Dampak Bermain Game Berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya