Apa Itu Truth Social, Media Sosial Besutan Donald Trump?

Oleh Agustinus Mario Damar pada 22 Feb 2022, 09:41 WIB
Diperbarui 22 Feb 2022, 10:27 WIB
Truth Social
Perbesar
Ilustrasi aplikasi Truth Social yang dikembangkan oleh Donald Trump. (Dok: Apple App Store)

Liputan6.com, Jakarta - Truth Social, aplikasi media sosial yang dikembangkan oleh Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, kini hadir di App Store untuk wilayah Amerika Serikat.

Kehadiran aplikasi ini sebenarnya sudah diungkap sejak beberapa hari lalu, dan Donald Trump sempat membagikan unggahan pertama di platform ini.

Mengutip informasi dari situs resminya, Selasa (22/2/2022), Truth Social merupakan platform media sosial yang mendorong percakapan global terbuka, bebas, dan jujur tanpa membeda-bedakan ideologi politik.

Secara tampilan dan fungsi, Truth Social sebenarnya memiliki kemiripan dengan Twitter. Hal itu dapat dilihat dari tangkapan layar dan fitur yang dimiliiki media sosial ini.

Dilansir The Verge, Truth Social menggunakan istilah Truth untuk unggahan para penggunannya yang ditampilkan di Truth Feed. Sementara pengguna yang ingin berbagi Truth dengan orang lain dapat melakukan ReTruth.

Selain fitur tersebut, ada beberapa fitur lain yang juga sedang dikembangkan, seperti direct message dan verifikasi pengguna. Saat ini, Truth Social memang baru tersedia di Amerika Serikat, tapi pengembang menyatakan akan berupaya menghadirkannya ke negara lain.

Untuk saat ini, Truth Social baru tersedia di iOS dan belum dapat dipastikan kapan meluncur di Android. Dalam situs resminya, perusahaan hanya menyebut aplikasi ini akan segera hadir di Play Store.

Usai rilis, Truth Social masuk daftar aplikasi gratis teratas di App Store. Aplikasi ini secara otomatis diunduh ke perangkat Apple milik pengguna yang telah melakukan pre-order sebelumnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Medsos Milik Donald Trump Truth Social Rajai App Store

Sebagaimana dilansir CNBC, Selasa (22/2/2022), banyak pengguna melaporkan mengalami kesulitan mendaftar (registrasi) akun atau ditambahkan ke daftar tunggu dengan pesan: "Karena permintaan yang sangat besar, kami telah menempatkan Anda di daftar tunggu kami."

Reuters sebelumnya melaporkan, Truth Social telah tersedia untuk pengguna yang diundang untuk menggunakannya selama fase pengujian.

Dipimpin oleh mantan Perwakilan Partai Republik, Devin Nunes, Trump Media & Technology Group, usaha di belakang Truth Social adalah perusahaan teknologi yang memposisikan diri sebagai pelopor kebebasan berbicara.

Mereka berharap bisa menarik pengguna yang merasa gagasannya ditekan oleh banyak platform medsos besar.

Halaman Truth Social di App Store menunjukkan versi publik pertama dari aplikasi (versi 1.0) tersedia pada Minggu (20/2/2022). Menurut halaman tersebut versi 1.0.1 saat ini mencakup 'perbaikan bug'.


Apa Bedanya dengan Twitter?

Sebelum dirilis, Truth Social telah menuai beberapa kontroversi. Misalnya, aplikasi ini dibuat menggunakan source code Mastodon.

Namun pada Oktober lalu, Mastodon menerbitkan pernyataan yang menyebut Truth Social melanggar lisensi software Mastodon.

Penyebabnya Truth Social mengklaim bahwa Mastodon adalah hak milik dan karena Truth Social tidak membagikan source code-nya kembali.

Pihak Mastodon pun meyebut sudah mengirim surat resmi kepada kepala petugas hukum Truth Social. Surat ini meminta agar source code dibagikan dan Truth Social menambahkan bagian "open source" ke situs web-nya.

(Dam/Isk)


Infografis Mekanisme Virtual Police Awasi Pengguna Media Sosial

Infografis Mekanisme Virtual Police Awasi Pengguna Media Sosial. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Mekanisme Virtual Police Awasi Pengguna Media Sosial. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya