Saat Guru Beradaptasi dengan Teknologi Pembelajaran Sejak Pandemi Covid-19

Oleh M Hidayat pada 29 Jan 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 29 Jan 2022, 09:00 WIB
Ilustrasi e-learning, belajar online, belajar daring
Perbesar
Ilustrasi e-learning, belajar online, belajar daring. Kredit: Geralt via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah berdampak pada nyaris semua bidang, tak terkecuali pendidikan. Sejak pandemi, proses pembelajaran sempat berlangsung secara daring nyaris selama dua tahun.

Namun kini, sebagian sekolah telah kembali menerapkan pembelajaran tatap muka. Terlepas dari itu, pandemi telah menciptakan pengalaman dan mengajarkan hal-hal baru; salah satunya adalah beradaptasi dengan teknologi.

Seorang guru di SMPN 1 Mollo Utara, Timor Tengah Selatan, NTT bernama Adoniram Benmeten, mengatakan banyak hal dan pelajaran baru yang dia peroleh sejak masa awal pandemi Covid-19 hingga saat ini.

Misalnya, Adoniram mengaku menjadi lebih melek teknologi. Apalagi, para peserta didik di SMP adalah generasi yang akrab dan dekat dengan teknologi.

Dia pun mengapresiasi upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menghadirkan bantuan berupa fasilitas teknologi pembelajaran lewat situs web belajar.id dan fasilitas penunjang lainnya.

"Kami para guru sangat terbantu dengan adanya bantuan ini, apalagi bekerja menggunakan akun belajar.id sangat sinkron. Perangkat yang diberikan sangat mendukung untuk berbagai aplikasi dalam proses belajar," kata Adoniram.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

ANBK

Saat Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), menurut Adoniram, perangkat bantuan TIK dengan fitur-fiturnya juga memudahkan para siswa yang selama ini tidak terbiasa memakai laptop.

"Sebanyak 15 perangkat bantuan TIK yang kami terima itu juga membantu kami dalam jumlah anak yang bisa masuk dalam 1 sesi untuk ikut ANBK," ujar Adoniram.

Selain itu, dia pun menyoroti proses komunikasi dan koordinasi antara dia dengan rekan sejawatnya menjadi lebih efisien karena layanan yang diberikan memungkinkan segala sesuatunya terintegrasi secara daring.

"Sekarang kami jadi terbiasa, segala sesuatu terpusat memanfaatkan aplikasi, misalnya Drive, jadi semua online, tidak lagi menggunakan kertas," kata dia.

Beberapa aplikasi yang sering Adoniram dan rekan sejawatnya gunakan termasuk Classroom, Slides, Meet, Sheet, dan Form.

"Misalnya untuk membuat daftar nilai, daftar hadir, dan berita acara. Kami juga bisa memberikan komentar, masukan untuk para siswa secara langsung melalui aplikasi-aplikasi itu dalam proses belajar mengajar," papar dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Guru Lebih Kreatif

Senada, Kepala Sekolah SDN Muncul 1 dan SDN Muncul 3, Kota Tangerang, Rd. Tati Rochayati menuturkan bahwa pihaknya mendapatkan bantuan perangkat TIK yang sangat membantu untuk menunjang pembelajaran .

Kata Tati, selain para guru menjadi lebih melek teknologi, mereka mengeksplorasi banyak hal untuk proses pembelajaran dan lebih kreatif, termasuk salah satunya membuat video pembelajaran secara berkala dan membagikannya melalui media sosial.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Plus Minus Belajar dari Rumah Secara Online

Infografis Plus Minus Belajar dari Rumah Secara Online. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Plus Minus Belajar dari Rumah Secara Online. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya