Gojek Terapkan Standar Baru Driver GoCar dan Terintegrasi KRL pada 2022

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 19 Jan 2022, 13:17 WIB
Diperbarui 19 Jan 2022, 13:17 WIB
Layanan GoRide Instan hadir di Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, Stasiun Tanah Abang, dan segera menyusul di Stasiun Pasar Senen.Dok: Gojek
Perbesar
Layanan GoRide Instan hadir di Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, Stasiun Tanah Abang, dan segera menyusul di Stasiun Pasar Senen.Dok: Gojek

Liputan6.com, Jakarta - Gojek mengungkapkan beberapa inovasi yang bakal mereka hadirkan pada 2022, di mana salah satunya adalah melakukan integrasi dengan layanan KRL Commuter Line.

"Kami telah menyiapkan beragam inovasi berkelanjutan yang akan makin memperkuat kehadiran Gojek sebagai solusi transportasi yang andal bagi masyarakat," kata Amanda Parikesit, Head of Global Transport Marketing Gojek.

Dalam siaran persnya, ditulis Rabu (19/1/2022), Gojek mengatakan bahwa mereka akan memperluas layanan GoRide dan GoCar Protect+, ke kota-kota operasional utama, setelah sebelumnya hadir di Jabodetabek, Bandung, dan Bali.

Layanan GoCar Protect+ sendiri menyediakan fasilitas Air Purifier Sharp guna memastikan mobilitas yang aman bagi pengguna.

Gojek juga menggandeng Prodigi dan Asuransi Sinarmas Jiwa, untuk memberikan perlindungan tambahan bagi penumpang hingga Rp 350 juta, hanya dengan membayar premi tambahan sebesar seribu Rupiah.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penggunaan Seragam

Seragam driver Gojek (Dok. Gojek)
Perbesar
Seragam driver Gojek (Dok. Gojek)

Perusahaan juga menyebut bakal menyiapkan modul pelatihan untuk mitra driver yang mencakup berbagai topik, mulai dari service excellence, keamanan berkendara, hingga pencegahan kekerasan seksual.

Di 2022, Gojek akan mengimplementasikan standar baru driver GoCar yang pada tahap awal mencakup 3 aspek.

Pertama penggunaan seragam, kedua kartu identitas yang terdapat dalam unit kendaraan, serta ketiga, standar keramah-tamahan yang salah satu aspeknya driver didorong proaktif menanyakan kebutuhan penumpang misalnya soal pengaturan suhu pendingin kendaraan.

Gojek juga menyebut akan menghadirkan kendaraan listrik yang operasionalnya bakal terus diperluas, serta pengembangan fitur penyerapan jejak karbon yang terintegrasi pada layanan transportasinya.

Selain itu, Gojek menggandeng PT KCI melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Kereta Commuterline Indonesia. Di sini, GoTransit mengintegrasikan layanan mereka dengan layanan KRL Commuter Line.


Integrasi dengan KRL

Gojek integrasikan layanan on-demand dengan tiket KRL
Perbesar
Gojek integrasikan layanan on-demand dengan tiket KRL (Foto: Gojek).

Dengan integrasi bersama PT KCI tersebut, penumpang akan bisa membeli tiket KRL melalui aplikasi Gojek dan merencanakan paket perjalanan bundling menggunakan GoRide atau GoCar dan KRL.

Pengguna juga akan bisa menikmati fasilitas titik jemput atau area tunggu yang sejak beberapa tahun belakangan ini telah dibangun di Gojek di beberapa stasiun KRL.

"Inovasi ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat," kata Zudhy Irawan, Peneliti Pusat Kajian Transportasi & Logistik (PUSTRAL) Universitas Gadjah Mada, menyoroti integrasi Gojek dan Commuter Line.

Menurut Zudhy, studi yang ia lakukan mencatat, 76.12 persen responden menyatakan dukungannya apabila layanan transportasi umum dan layanan ride-hailing bisa bekerja sama.

"Semakin sering orang menggunakan angkutan umum, maka semakin sering orang tersebut menggunakan layanan ride-hailing," kata Zudhy.

(Dio/Isk)


Infografis 7 Cara Aman Naik Transportasi Publik Saat Pandemi.

Infografis 7 Cara Aman Naik Transportasi Publik Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 7 Cara Aman Naik Transportasi Publik Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya