Esports Akan Jadi Ekstrakulikuler di Sekolah Tingkat SMP hingga SMA

Oleh Yuslianson pada 27 Des 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 27 Des 2021, 17:00 WIB
Ilustrasi eSports
Perbesar
Suasana pertandingan eSports. (Doc: ESL)

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) mengungkap saat ini sedang mengupayakan agar esports dapat menjadi salah satu kegiatan ekstrakulikuler (ekskul), seperti sepak bola, voli, dan lainnya.

Untuk mewujudkan hal ini, PBESI sedang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan instasi terkait.

Sebagai langkah awal, PBESI sudah melakukan pelatihan esports kepada guru-guru dan pelatih agar nantinya pelajaran di ekstrakulikuler sesuai dengan standar telah dibuat.

"Beberapa minggu lalu kita sempat mengadakan pelatihan soal esports kepada guru dan coach, mereka mendapatkan informasi dan materi ekskul yang sesuai dengan standar," ucap Ashadi Ang, Ketua Bidang Humas dan Komunikasi PBESI di Jakarta.

Dia juga mengatakan, ekskul esports akan dimulai pada Januari 2022 dengan tahap awal di beberapa sekolah swasta di Pulau Jawa.

Saat ditanyakan kenapa baru sekolah swasta, dia mengatakan, "Saat ini memang masih sebatas sekolah swasata, untuk sekolah negeri sendiri belum karena harus menunggu tahun ajaran baru."

Sayang, pihak PBESI sendiri masih belum mengungkap judul gim atau platform apa saja yang akan diajarkan dalam ekskul esports ini.

"Saat ini kita masih belum kasih informasi apa saja judul gim yang masuk ke dalam ekskul esports, apakah hanya konsol, PC, atau mobile saja. Kita akan update nanti," ujar Ashadi Ang.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Masuk Kurikulum?

Ilustrasi atlet esports. Kredit: Shade Jay via Unsplash

PBESI juga sudah menjajako sejumlah perjanjian dengan pihak sekolah dan asosiasi orang tua murid agar dapat mulai memasukkan esports sebagai mata pelajaran ekskul.

"Karena masih ekskul, ini bukan kurikulum yang bisa dipaksakan ke orang tua dan murid sendiri. Oleh sebab itu, kita tidak akan menerima murid tanpa persetujuan orang tua."

Ashadi juga mengakui, saat ini PBESI memang memiliki rencana agar esports masuk ke dalam kurikulum. "Sebelum hal itu, kita bereskan dulu ekosistemnya dan ekses negatif tentang esports di masyarakat."

 


Akademi Esports

PBESI memaparkan rencana pengembangan ekosistem esports Indonesia di 2022.. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Lebih lanjut, PBESI juga berencana untuk mendirikan training center atau pusat pelatihan bagi calon atlet atau para atlet esport yang menjadi bagian program pembinaan.

Selain sebagai tempat latihan, akademi ini juga akan menjadi tempat dimana masyarakat umum mendapatkan edukasi tentang esports.

"Esports itu ada positifnya, kita ingin ajarkan ke orang tua dan player bermain gim itu tidak harus berlebihan. Harus efektif, 1 jam bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga bisa fokus dan berprestasi," katanya.

(Ysl/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya