Aplikasi Shopee Sudah Kembali Normal

Oleh Iskandar pada 03 Des 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 03 Des 2021, 12:00 WIB
Kemasan Ramah Lingkungan Jadi Solusi Kolaborasi L’Oreal dan Shopee untuk Kurangi Sampah Plastik
Perbesar
Kemasan Ramah Lingkungan Jadi Solusi Kolaborasi L’Oreal dan Shopee untuk Kurangi Sampah Plastik. foto: dok. L’Oreal Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Shopee menginformasikan aplikasi yang sempat mengalami gangguan akibat kebakaran Gedung Cyber, Kamis (2/12/2021) kemarin, kini susah kembali normal.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, kepada Tekno Liputan6.com melalui pesan singkat, Jumat (3/12/2021).

"Shopee ingin menginformasikan bahwa seluruh layanan Shopee yang sempat terkendala telah kembali normal," kata Radynal

Radynal mewakili perusahaan mengucapkan terima kasih kepada pelanggan dan mitra atas kepercayaan dan dukungannya.

"Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada kami," katanya memungkaskan.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Transaksi dan Data Pengguna Aman

Sebelumnya, Shopee mengakui aplikasinya eror karena kebakaran Gedung Cyber yang berlokasi di Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021).

Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, membenarkan beberapa layanan Shopee dan juga layanan mitranya mengalami gangguan.

"Dikarenakan kebakaran di Gedung Cyber, beberapa layanan Shopee dan juga layanan mitra kami mengalami gangguan," katanya melalui pesan singkat.

Namun demikian, Radynal menegaskan bahwa semua transaksi, data, serta akun pengguna dan mitra dalam kondisi aman.

"Para pengguna dan mitra tidak perlu khawatir, transaksi yang telah dilakukan pelanggan dan mitra akan dapat segera dilakukan kembali. Semua data dan akun juga dalam kondisi yang aman," pungkasnya.

Terkait hal ini, sejumlah pengguna aplikasi Shopee sempat mengeluhkan eror dan sulit megakses aplikasi.

Pantauan Tekno Liputan6.com di Twitter, banyak warganet bertanya-tanya apakah aplikasi Shopee eror ada hubungannya dengan Gedung Cyber yang mengalami kebakaran?

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Komentar Warganet

"Kebakaran di gedung cyber jakarta jd ngefek ke Shopee sm jnt kata admin jnt," kicau seorang warganet.

"Ini Shopee dll pada error gara-gara gedung cyber kebakarankah?," tanya seorang pengguna.

"Efek dari kebakaran yang ada di salah satu bagian gedung cyber yg dmn salah satu server shopee ada di situ, jadi kena imbasnya mengakibatkan sering tiba2 log out sendiri," tulis warganet lain.

"Pantesan gk bisa cetak resi shopee, gedung cyber kebakaran," timpal yang lainnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Deretan Layanan yang Terdampak Kebakaran Gedung Cyber 1

Gedung Cyber 1 yang berlokasi bilangan Kuningan, Jakarta Selatan dilaporkan mengalami kebakaran. Humas Damkar DKI Jakarta, Mulat Wijayanto menuturkan, ada 22 unit mobil pemadam yang telah dikerahkan ke lokasi.

Seperti diketahui, Gedung Cyber 1 menjadi lokasi sejumlah perusahaan teknologi beropasi, mulai dari penyedia web hosting, perusahaan software, penyedia jasa internet hingga perusahaan keamanan siber.

Oleh sebab itu, kebakaran yang terjadi di lokasi tersebut ikut berimbas pada beberapa layanan. Salah satunya adalah Indo Premier Sekuritas dengan aplikasi IPOT yang mengumumkan untuk sekarang ini layanannya masih terganggu dan belum dapat digunakan sementara waktu.

"Saat ini kami sedang menghadapi situasi force majeure dimana data center kami di Gedung Cyber Mampang mengalami kebakaran yang mengakibatkan jaringan data beberapa sekuritas, termasuk IPOT terganggun dan belum dapat digunakan untuk sementara waktu," seperti dikutip dari akun media sosial resmi.

Selain Indo Premier Sekuritas, layanan lain yang juga mengumumkan terjadi gangguan dalam bertransaksi adalah Ajaib Investasi.

Melalui akun media sosialnya, perusahaan menuturkan untuk sementara akan terjadi gangguan dalam bertranskasi karena data center mengalami kebakaran.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Layanan Hosting

Sementara untuk penyedia layanan hosting, perusahaan yang sempat mengumumkan terjadinya masalah adalah Niagahoster. Melaui informasi yang diunggah di media sosial, Niagahoster mengatakan layanannya mengalami gangguan untuk sementara.

Namun dari unggahan terbaru, layanan tersebut berangsur membaik. "Saat ini network server sudah up dan satu per satu networks sudah establish, sehingga seharusnya website sudah bisa diakses dengan baik," tulis perusahaan.

Sebelumnya, penyedia web hosting Rumahweb Indonesia juga mengumumkan hal serupa. Melalui akun Twitter resminya @rumahwebtweet, perusahaan menuturkan langsung memadamkan listrik data center untuk mencegah hal yang tak diinginkan.

"Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, listrik pada data center dimatikan sehingga semua server Rumahweb yang berada di data center tersebut tidak dapat diakses," kicau akun tersebut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Portal Game

Terakhir, portal game online Indonesia, Megaxus Infotech juga mengumumkan ada kemungkinan terjadi gangguan koneksi pada game yang ada di platformnya, karena ada masalah di data center.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan terima kasih perhatiannya," tulis perusahaan. Adapun beberapa game yang masuk dalam portal ini adalah Audition AyoDance, Fatal Raid SEA Invasion, hingga Audition AyoDance Mobile.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Grafik rata-rata kecepatan unduhan dan unggahan 5G secara global, November 2021

Grafik rata-rata kecepatan unduhan dan unggahan 5G secara global, November 2021 (Dok. OpenSignal)
Perbesar
Grafik rata-rata kecepatan unduhan dan unggahan 5G secara global, November 2021 (Dok. OpenSignal)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya