Apa Itu Gedung Cyber yang Mengalami Kebakaran, Kamis 2 Desember 2021?

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 02 Des 2021, 16:45 WIB
Diperbarui 02 Des 2021, 22:45 WIB
FOTO: Kebakaran Gedung Cyber 1
Perbesar
Petugas berusaha memadamkan kebakaran di Gedung Cyber 1, Jakarta, Kamis (2/12/2021). Suku Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta menurunkan 22 unit mobil pemadam kebakaran. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Gedung Cyber di kawasan Jalan Kuningan Barat Raya Nomor 8, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, hari ini, Kamis (2/12/2021), mengalami kebakaran.

Gedung Cyber merupakan salah satu gedung perkantoran di DKI Jakarta, yang menjadi pilihan bagi perusahaan-perusahaan penyedia akses internet sebagai kantor dan pusat akses data atau data center.

Mengutip Rumah.com, gedung ini berdiri sejak 1995 dengan jumlah sebelas lantai, serta dikembangkan oleh Karyadeka Group.

Gedung Cyber sendiri menyediakan lahan atau ruang kantor yang mendukung komponen dari sebuah perusahaan layanan internet seperti ruang kantor untuk ditempat perangkat internet, dan data center yang membutuhkan luas ruangan serta daya listrik besar.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dekat Kawasan Kuningan

Sistem di gedung tersebut dinilai memiliki struktur yang rapi dan terkontrol, sehingga menjadikan perkantoran itu diklaim bisa menjaga keamanan data center, dari beberapa perusahaan yang membuka kantornya di sana.

Fasilitas lainnya adalah parkiran yang luas dengan konsep eco-friendly, yang dekat dengan kantin karyawan. Tersedia pula parkiran untuk sepeda.

Gedung ini juga terletak di dekat pusat bisnis Jakarta seperti kawasan Kuningan, yang jadi lokasi beberapa kedutaan besar, serta pusat bisnis nasional dan internasional.

Lokasi Gedung Cyber juga dekat dengan kawasan bisnis Gatot Soebroto dan Kapten Tendean. 


Pembangunan Gedung Cyber 2

FOTO: Kebakaran Gedung Cyber 1
Perbesar
Petugas berusaha memadamkan kebakaran di Gedung Cyber 1, Jakarta, Kamis (2/12/2021). Suku Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta menurunkan 22 unit mobil pemadam kebakaran. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Karyadeka Group sendiri membangun Gedung Cyber 2 atau Cyber2 Tower di kawasan Setiabudi, tepatnya di Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 No. 13, karena adanya demand yang tinggi pada gedung Cyber.

Tujuan pembangunan Cyber 2 masih sama, untuk menjadi tempat bagi perusahaan yang berhubungan dengan layanan internet, web hosting, dan lain-lain.

Bedanya, Cyber 2 hadir sebagai gedung perkantoran dengan fasilitas premium dan eksklusif.

Sebelumnya, gedung Cyber 1 di Kuningan Barat dilaporkan terbakar. Pemadam Kebakaran DKI Jakarta mengatakan sempat mengerahkan 22 unit mobil ke lokasi.

Dikutip dari Merdeka, sebanyak tiga orang korban berhasil dievakuasi dari insiden tersebut. Namun satu orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit.


Deretan Layanan yang Terdampak Kebakaran Gedung Cyber 1

Gedung Cyber 1 yang berlokasi bilangan Kuningan, Jakarta Selatan dilaporkan mengalami kebakaran. Humas Damkar DKI Jakarta, Mulat Wijayanto menuturkan, ada 22 unit mobil pemadam yang telah dikerahkan ke lokasi.

Seperti diketahui, Gedung Cyber 1 menjadi lokasi sejumlah perusahaan teknologi beropasi, mulai dari penyedia web hosting, perusahaan software, penyedia jasa internet hingga perusahaan keamanan siber.

Oleh sebab itu, kebakaran yang terjadi di lokasi tersebut ikut berimbas pada beberapa layanan. Salah satunya adalah Indo Premier Sekuritas dengan aplikasi IPOT yang mengumumkan untuk sekarang ini layanannya masih terganggu dan belum dapat digunakan sementara waktu.

"Saat ini kami sedang menghadapi situasi force majeure dimana data center kami di Gedung Cyber Mampang mengalami kebakaran yang mengakibatkan jaringan data beberapa sekuritas, termasuk IPOT terganggun dan belum dapat digunakan untuk sementara waktu," seperti dikutip dari akun media sosial resmi.

Selain Indo Premier Sekuritas, layanan lain yang juga mengumumkan terjadi gangguan dalam bertransaksi adalah Ajaib Investasi.

Melalui akun media sosialnya, perusahaan menuturkan untuk sementara akan terjadi gangguan dalam bertranskasi karena data center mengalami kebakaran.


Layanan Hosting

Sementara untuk penyedia layanan hosting, perusahaan yang sempat mengumumkan terjadinya masalah adalah Niagahoster. Melaui informasi yang diunggah di media sosial, Niagahoster mengatakan layanannya mengalami gangguan untuk sementara.

Namun dari unggahan terbaru, layanan tersebut berangsur membaik. "Saat ini network server sudah up dan satu per satu networks sudah establish, sehingga seharusnya website sudah bisa diakses dengan baik," tulis perusahaan.

Sebelumnya, penyedia web hosting Rumahweb Indonesia juga mengumumkan hal serupa. Melalui akun Twitter resminya @rumahwebtweet, perusahaan menuturkan langsung memadamkan listrik data center untuk mencegah hal yang tak diinginkan.

"Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, listrik pada data center dimatikan sehingga semua server Rumahweb yang berada di data center tersebut tidak dapat diakses," kicau akun tersebut.


Portal Game

Terakhir, portal game online Indonesia, Megaxus Infotech juga mengumumkan ada kemungkinan terjadi gangguan koneksi pada game yang ada di platformnya, karena ada masalah di data center.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan terima kasih perhatiannya," tulis perusahaan.

Adapun beberapa game yang masuk dalam portal ini adalah Audition AyoDance, Fatal Raid SEA Invasion, hingga Audition AyoDance Mobile.

(Dio/Isk)


Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia
Perbesar
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya