Server Email IKEA Disusupi Hacker, Karyawan Jadi Target Serangan Phising

Oleh Yuslianson pada 27 Nov 2021, 13:02 WIB
Diperbarui 27 Nov 2021, 13:02 WIB
Hacker
Perbesar
Ilustrasi Hacker (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - IKEA saat ini sedang menghadapi masalah serangan siber oleh pelaku tak dikenal, dengan menargetkan karyawannya dengan serangan phising.

Karena mampu menyusup ke server email perusahaan, pelaku kejahatan dengan sengaja menggunakan rangkaian utas reply email internal yang dicuri untuk melancarkan serangan.

Dikutip dari Bleepingcomputer, Sabtu (27/11/2021), pelaku menggunakan emailIKEA resmi yang dicuri, dan membalasnya (reply) dengan menyertakan dokumen berbahaya.

Pakai alamat email dan dikirim dari server internal, hal ini berpotensi karyawan IKEA membuka utas email reply dan tanpa mereka sadari sudah menginstal malware di perangkat mereka.

Dalam email internal yang dilihat oleh BleepingComputer, IKEA memperingatkan karyawan tentang serangan siber phishing email reply berantai tersebut masih berlangsung.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pakai Alamat Email Resmi Lainnya

Ilustrasi Hacker (iStockPhoto)

Selain dari perusahaan, pelaku kejahatan juga berusaha menipu karyawan dengan mengirimkan email dari organisasi dan mitra bisnis IKEA lainnya.

"Ada serangan siber sedang berlangsung yang menargetkan mailbox Inter IKEA," jelas email internal yang dikirim ke karyawan IKEA.

Perusahaan menambahkan, "Organisasi, pemasok, dan mitra bisnis IKEA lainnya juga telah disusupi oleh pelaku yang sama dan selanjutnya berusaha menyebarkan email jahat ke orang-orang di Inter IKEA."

 


Dianjurkan untuk Tidak Buka Email

Ilustrasi (Sumber : beliefnet.com

IKEA menjelaskan, serangan itu dapat datang melalui email dari rekan kerja, organisasi eksternal, dan sebagai reply percakapan yang sedang berlangsung.

Tim TI IKEA memperingatkan karyawan, email reply berantai tersebut berisi tautan dengan tujuh digit di bagian akhir.

Selain itu, karyawan diminta untuk tidak membuka email, terlepas dari siapa yang mengirimnya, dan segera melaporkannya ke departemen TI.

(Ysl/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya