Menkominfo Ungkap Tantangan Membangun BTS 4G di Wilayah 3T

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 28 Sep 2021, 10:35 WIB
Diperbarui 28 Sep 2021, 10:35 WIB
Menkominfo
Perbesar
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate. (Foto: Kemenkominfo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate memastikan pembangunan 4.200 Base Transceiver Station (BTS) 4G di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) akan selesai akhir tahun ini.

Pernyataan itu disampaikan Menkominfo dalam pengumuman pemenang pemilihan mitra kerja sama program penyediaan layanan seluler 4G di 7.904 BTS BAKTI pada Senin (27/9/2021).

"Kita pastikan sampai dengan akhir tahun 2021, 4.200 akan selesai karena memang sudah dikontrakkan itu," kata Johnny G. Plate.

Lebih lanjut, Menkominfo mengatakan pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala yang menantang pembangunan infrastruktur tersebut.

"Kita tidak bisa ingkari, proses produksi akan terkendala. Baik di dalam negeri maupun yang diproduksi di luar negeri," kata Johnny.

Tantangan lain adalah soal konstruktsi mengingat wilayah yang dituju adalah daerah yang remote dan tersebar di Indonesia. Pembatasan perjalanan dan PPKM pun juga berpengaruh pada transportasi.

"Tetapi karena ini proyek strategis, maka tentu diusahakan sedapat mungkin agar Covid-19 ini tidak menghalangi usaha kita untuk sukses dan bisa menyelesaikannya tepat waktu," kata Johnny.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pengaruhi Tata Ruang Pembangunan Daerah

4G XL di Kawasan Danau Toba
Perbesar
BTS 4G XL Axiata di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. (Foto: XL Axiata).

Selain itu, pembangunan BTS juga dipengaruhi oleh lahan yang menurut Johnny akan menentukan tata ruang pembangunan daerah.

"Sekali dibangun tower dan fasilitas itu, maka layanan coverage-nya sesuai radius layanannya. Tentu itu akan mempengaruhi keseluruhan pembangunan di desa, kelurahan, kecamatan, atau bahkan kabupaten."

Johnny berharap, dengan dibangunnya BTS di suatu lahan, maka radius sinyal akan jadi wilayah pembangunan dan pengembangan daerah.

"Seluruh fasilitas publik apakah itu sekolah, puskesmas, kantor desa, kantor layanan publik lainnya, dibangun di wilayah coverage itu agar tersedia sinyal," katanya.

Terkait progres pembangunan, Johnny juga mengungkapkan secara keseluruhan sedang disiapkan proses produksi untuk menara, VSAT, dan power supply.

"Di dalamnya termasuk pelatihan-pelatihan, transfer of technology, itu juga akan berlangsung baik di Indonesia maupun di tempat produk-produk tersebut diproduksi," ujarnya.


7.904 BTS 4G

Telkomsel
Perbesar
Telkomsel memastikan seluruh BTS USO di wilayah 3T telah terhubung jaringan 4G (Foto: Telkomsel)

Kemenkominfo menyatakan, total infrastruktur BTS 4G yang akan dibangun adalah sebanyak 7.904 BTS 4G dan diproyeksikan akan selesai dibangun secara bertahap hingga akhir tahun 2022.

Jumlah ini menggenapi 9.113 desa/kelurahan yang masuk dalam kategori daerah 3T yang belum terjangkau sinyal 4G.

Sejumlah 1.209 desa/kelurahan sebelumnya telah dibangun BTS dengan teknologi 2G yang sudah ditingkatkan menjadi teknologi 4G.

Menkominfo telah melakukan peletakan batu pertama implementasi program infrastruktur BTS 4G di Desa Kelangan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada 23 April 2021.

Acara tersebut menandakan dimulainya pembangunan infrastruktur BTS 4G secara masif di seluruh Indonesia.

Selain itu kemarin, Kemenkominfo mengumumkan XL Axiata dan Telkomsel akan menjadi mitra kerjasama operasional mereka dan BAKTI Kominfo, untuk penyediaan layanan seluler 4G di 7.904 BTS di wilayah 3T tersebut.

(Gio/Ysl)


Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia
Perbesar
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya