Jerman Ingin Update Keamanan OS Smartphone hingga 7 Tahun, Vendor Tak Tinggal Diam

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 07 Sep 2021, 16:15 WIB
Diperbarui 07 Sep 2021, 16:15 WIB
Main ponsel di tempat tidur
Perbesar
Ilustrasi main hp ponsel di tempat tidur. (Photo by Boudewijn Huysmans on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta Jerman mendesak agar smartphone dan perangkat Android serta iOS bisa mendapatkan dukungan keamanan sistem operasi (OS) untuk jangka panjang hingga tujuh tahun.

Selama ini dukungan keamanan jangka panjang merupakan salah satu masalah utama bagi smartphone, karena produsen dituntut menawarkan pembaruan software yang lebih cepat dan konsisten.

Pekan lalu pemerintah federal Jerman mendesak Uni Eropa untuk mewajibkan produsen ponsel menyediakan update atau pembaruan keamanan dan suku cadang setidaknya selama tujuh tahun setelah dirilis.

Mengutip 9to5Google, Selasa (7/9/2021), rekomendasi ini akan dihadirkan di negosiasi dengan European Commission, yang sudah berupaya untuk membuat dukungan serupa namun selama lima tahun.

Produsen smartphone pun tampaknya tidak tinggal diam menyikapi kemungkinan tersebut. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Minta Waktu yang Lebih Rendah

Ilustrasi ponsel
Perbesar
Ilustrasi ponsel. Sumber foto: unsplash.com/Robin Warroll.

Dilaporkan C't, kelompok advokasi industri DigitalEurope meminta persyaratan yang lebih rendah, seperti membatasi pembaruan perangkat lunak selama tiga tahun.

Selain itu, mereka juga ingin persyaratan hanya mengharuskan baterai dan layar tersedia sebagai suku cadang alih-alih juga memasok modul kamera dan suku cadang lainnya.

Beberapa anggota DigitalEurope sendiri termasuk Google, Apple, dan Samsung.

Dikutip dari Engadget, Apple biasanya memberikan lima tahun pembaruan fitur dan keamanan reguler. Namun, banyak vendor Android yang berhenti di tiga tahun atau kurang.

Samsung hanya berkomitmen untuk empat tahun perbaikan keamanan di tahun 2021. Beberapa di antaranya telah ditentukan kebijakan pembaruan Qualcomm, meski jelas merek sendiri terkadang enggan berubah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Demi Membantu Lingkungan

Ilustrasi bermain ponsel di malam hari
Perbesar
Ilustrasi bermain ponsel di malam hari. (Photo by Eddy Billard on Unsplash)

Proposal Uni Eropa, yang berpotensi berlaku di 2023, dimaksudkan untuk membantu lingkungan dengan membuat pengguna menyimpan ponsel lebih lama.

Dengan pengguna yang bisa menggunakan ponsel dengan jangka waktu yang lebih lama, maka dampak buruk dari smartphone atau perangkat lain bagi lingkungan pun dinilai akan berkurang.

Aturan semacam ini juga dinilai penting untuk memperkuat keamanan seluler secara keseluruhan. StatCounter pada Agustus 2021 menemukan lebih dari 40 persen pengguna Android masih menggunakan 9.0 Pie atau bahkan lebih lawas.

Itu berarti sebagian besar pengguna seluler memiliki perangkat yang berhenti menerima pembaruan keamanan atau hampir kehilangannya.

Periode dukungan yang lebih lama juga bisa mencegah serangan menargetkan ponsel lama yang saat ini dibiarkan rentan secara permanen, terhadap eksploitasi yang ditambal dalam perangkat lunak yang lebih baru.

(Dio/Isk)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia

Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya