Uni Eropa Desak Google Lebih Terbuka Soal Hasil Pencarian Maskapai Penerbangan dan Hotel

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 27 Jul 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 12:00 WIB
Google Plex
Perbesar
Suasana kantor pusat Google di Googleplex, Mountain View, Palo Alto, California. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Uni Eropa mendesak Google memperjelas keterangan serta harga di hasil pencarian mereka untuk maskapai penerbangan dan hotel.

Regulator Uni Eropa meminta agar Google menjelaskan, kenapa suatu maskapai penerbangan atau hotel tertentu bisa memiliki peringkat yang lebih tinggi daripada yang lainnya.

Selain itu, mereka juga diminta untuk memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai perhitungan harga.

Dilansir dari New York Post, Selasa (27/7/2021), regulator Uni Eropa menyebut ketidakjelasan semacam itu membuat Google "menyesatkan" konsumen.

Dalam pernyataannya, Uni Eropa mengatakan harga akhir suatu maskapai atau hotel di Google harus mencakup semua biaya dan pajak yang bisa dihitung sebelumnya.

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Diberi Waktu Dua Bulan

Ilustrasi cara, logout akun, Google
Perbesar
Ilustrasi cara, logout akun, Google. (Photo by Florian Pircher on Pixabay)

Judge Commissioner, Didier Reynders mengatakan, konsumen di Uni Eropa tidak boleh disesatkan saat menggunakan mesin pencari, ketika merencanakan liburan mereka.

"Kita perlu memberdayakan konsumen untuk membuat pilihan mereka berdasarkan informasi yang transparan dan tidak bias," kata Reynders.

Google pun diberikan waktu dua bulan mengajukan perbaikan masalah. Jika tidak, mereka harus bersiap menghadapi kemungkinan sanksi yang belum ditentukan.

Desakan Uni Eropa soal transparansi hasil pencarian maskapai dan hotel ini dipimpin oleh Belanda dan Belgia. Langkah ini dilakukan kawasan tersebut di tengah pengawasannya yang lebih luas terhadap Google.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Siap Bekerja Sama

Google
Perbesar
Ilustrasi Google | pexels.com/@pixabay

Sebelumnya, Uni Eropa telah mendenda 9,8 miliar dolar Amerika Serikat terhadap perusahaan sejak 2017 atas praktik anti-persaingan yang melibatkan hasil pencarian dan sistem operasi Android.

Google pun menyebut bahwa mereka berencana untuk bekerja sama dengan pihak Uni Eropa, terkait isu transparansi harga dan keterangan maskapai serta hotel.

"Kami menyambut baik dialog ini dan bekerja sama dengan lembaga perlindungan konsumen dan European Commission untuk melihat bagaimana kami bisa melakukan peningkatan yang baik bagi pengguna dan memberikan transparansi yang lebih besar," kata perusahaan.

(Gio/Ysl)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Google Hindari Pajak

Infografis Google Hindari Pajak (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Google Hindari Pajak (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya