Top 3 Tekno: 2 Juta Akun WhatsApp Diblokir Bikin Penasaran

Oleh Yuslianson pada 18 Jul 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 18 Jul 2021, 11:00 WIB
[Fimela] WhatsApp
Perbesar
Ilustrasi Media Sosial dan Aplikasi Chat | unsplash.com/@christianw

Liputan6.com, Jakarta - Artikel tentang 2 juta akun WhatsApp diblokir di India hanya dalam kurun waktu satu bulan, bikin penasaran pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Sabtu (17/7/2021).

Lainnya, artikel tentang spesifikasi dan harga Steam Deck dan pernyataan Presiden AS sebut Facebook dkk "membunuh orang" dengan disinformasi Covid-19.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. WhatsApp Blokir 2 Juta Akun di India dalam Sebulan, Kenapa?

Ilustrasi WhatsApp dan aplikasi pesan instan.  Adem AY/Unsplash

WhatsApp memblokir 2 juta akun pengguna India dalam waktu satu bulan. Menurut perusahaan, hal ini dilakukan untuk menghindari perilaku berbahaya di platformnya. Demikian dikutip dari CNN Business, Sabtu (17/7/2021).

WhatsApp mengumumkan tentang penindakan terhadap 2 juta akun dalam laporan kepatuhan pertamanya yang diterbitkan di bawah aturan baru tentang informasi teknologi India.

Baca Selengkapnya di Sini

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Ini Spesifikasi dan Harga Steam Deck Milik Valve, Tertarik Beli?

Steam Deck. (Doc: Valve)

Valve baru saja mengumumkan kehadiran perangkat PC portable-nya yang bernama Steam Deck.

Walau memiliki bentuk dan disebut-sebuat akan menjadi pesaing Nintendo Switch, perusahaan bersikeras produknya ini lebih menyasar gamer PC yang ingin bermain gim secara mobile.

Meski berbentuk portable, Steam Deck ini mampu berfungsi layaknya sebuah PC atau laptop biasanya.

Baca Selengkapnya di Sini

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Presiden AS: Platform Digital Seperti Facebook "Bunuh Orang" dengan Disinformasi Covid-19

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang kesetaraan rasial di Ruang Makan Negara Gedung Putih pada 26 Januari 2021, di Washington. (Foto: AP / Evan Vucci)

Disinformasi Covid-19 di media sosial tidak hanya diperangi di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia, termasuk oleh Gedung Putih AS.

Dalam informasi terbaru, Istana Kepresidenan AS meningkatkan perang melawan disinformasi mengenai vaksin.

Presiden AS Joe Biden terang-terangan mengkritik Facebook dan platform digital lainnya karena mengizinkan beredarnya disinformasi. Biden menyebut, disinformasi menyebabkan peningkatan jumlah kematian selama pandemi.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya