TikTok Kantongi 3 Miliar Unduhan Secara Global

Oleh Yuslianson pada 15 Jul 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 15 Jul 2021, 16:00 WIB
Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi aplikasi TikTok. (dok. pexels/cottonbro)

Liputan6.com, Jakarta - TikTok, aplikasi video pendek yang sedang populer di dunia saat ini mencatatkan sebuah pencapaian yang luar biasa pada 2021.

Berdasarkan laporan Sensor Tower, Kamis (15/7/2021), TikTok menjadi aplikasi pertama yang bukan milik Facebook mencapai 3 miliar unduhan di seluruh dunia di iOS dan Android.

Data Sensor Tower Store Intelligence mengungkap, TikTok---Douyin versi iOS Tiongkok--adalah aplikasi non-game yang paling banyak diunduh di dunia.

Selain itu, aplikasi video pendek ini juga mencatatkan sebagai aplikasi dengan penghasilan tertinggi secara global pada paruh pertama 2021 dan 383 juta pengguna menginstal TikTok pertama kali.

Sejak pertama kali dirilis pada 2016, aplikasi ini secara perlahan mulai digandrungi pengguna, dan mencapai 2 miliar unduhan secara global pada Oktober 2020.

Adopsi TikTok pun semakin meningkat pada 2021, dengan unduhan pertama kali naik sebesar 2 persen dari kuartal keempat tahun 2020 ke kuartal pertama 2021 dengan angka 177,5 juta.

Setelah itu, angka unduhan pertama kali TikTok naik sebesar 16 persen dari kuartal pertama 2021 ke kuartal kedua 2021 hingga 205,4 juta.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Angka Unduhan TikTok Turun

Ilustrasi TikTok, Aplikasi TikTok.  Kredit: antonbe via Pixabay

Akan tetapi, angka unduhan baru TikTok turun sebesar 38 persen dari tahun ke tahun dari hampir 619 juta pada paruh pertama tahun 2020.

Aplikasi ini sekarang telah terinstal di lebih dari 3 miliar kali, menjadikannya aplikasi non-game kelima yang melakukannya.

Sebelumnya, empat aplikasi lainnya yang telah mencapai angka serupa dengan TikTok, termasuk WhatsApp, Messenger, Facebook, dan Instagram--semuanya dimiliki oleh Facebook.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

TikTok AS Minta Karyawan Kerja dari Kantor

Ilustrasi TikTok via Google Play Store

Di sisi lain, TikTok meminta karyawannya untuk kembali ke kantor mereka di AS. Sejumlah karyawan ditawari opsi untuk bekerja remote hingga dua hari dalam seminggu setelah mereka kembali bekerja dari kantor.

Dalam laporan yang dikutip Selasa (13/7/2021), Reuters menuliskan, TikTok akan memberi karyawan pilihan untuk bekerja dari jarak jauh, berdasarkan persetujuan manajer.

Kebijakan ini berlaku bagi karyawan penuh waktu dan pekerja magang di kantor TikTok yang ada di Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Irlandia. Sementara, kantor TikTok di negara-negara lain akan mengikuti.

(Ysl/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya