Deretan Mitos dan Fakta Soal Air Purifier yang Perlu Kamu Tahu

Oleh Agustinus Mario Damar pada 15 Jul 2021, 08:09 WIB
Diperbarui 15 Jul 2021, 08:09 WIB
Samsung
Perbesar
Tampilan Samsung Air Purifier yang baru diperkenalkan di Indonesia (sumber: Samsung)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam beberapa waktu terakhir, air purifier tidak dimungkiri menjadi salah satu produk yang dicari masyarakat Indonesia. Hal ini tidak lepas dari fungsi air purifier yang berguna untuk menghasilkan udara rumah yang lebih higienis dan bersih.

Meski kebutuhan akan air purifier cukup meningkat, nyatanya masih ada beberapa mitos yang kurang tepat mengenai produk ini. Karenanya, sebelum memilih air purifier yang tepat, berikut ini ada beberapa fakta dan mitos mengenai produk tersebut yang perlu kamu tahu.

1. Udara Indoor Lebih Bebas Polusi daripada Outdoor

Pernyataan ini ternyata hanya mitos karena menurut sejumlah studi yang dilakukan EPA (Enviromental Protection Agency) Amerika Serikat, level pencemaran udara di dalam ruangan bisa mencapai dua sampai lima kali lebih tinggi dari luar ruangan (outdoor).

Adapun sumber pencemaran di dalam dalam ruangan meliputi emisi pembakaran dari api kompor atau rokok, pestisida, termasuk polusi yang berasal dari luar ruangan.

2. Air Purifier Mampu Eliminasi Bebauan dan Gas Berbahaya

Pernyataan ini merupakan fakta, karena memang sejumlah bebauan dan gas dapat dihilangkan oleh air purifier. Sejumlah beberapa jenis gas berbahaya, asap rokok, aroma masakan, hingga aroma satwa peliharaan sebenarnya bisa dihilangkan lewat penggunaan air purifier.

Salah satunya adalah air purifier besutan Samsung. Bahkan, air purifier Samsung mampu menghilangkan gas berbahaya seperti toluene, xylene, benzene, ethylbenzene, styrene, dan formaldehyde.

Hal itu dimungkinkan sebab perangkat ini memiliki pemurnian berlapis dengan salah satu lapisannya adalah Activated Carbon Deodorization Filter.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Posisi Dekat Air Purifier Dapat Lebih Banyak Udara Bersih

Air Purifier
Perbesar
Air Purifier (Foto: Samsung)

Pernyataan ini adalah mitos. Sebab, nyatanya di mana saja pengguna berada di dalam ruangan yang memakai air purifier mendapatkan manfaat yang sama.

Air purifier sendiri memiliki angka laju suplai udara bersih atau dikenal dengan CADR (Clean Air Delivery Rate). Jadi, CADR akan mengukur efektivitas air purifier berdasarkan luas ruangan dan volume udara bersih yang dihasilkan per satuan waktu.

Semakin tinggi angka CADR, semakin baik kemampuan air purifier untuk membersihkan udara dalam ruangan. Karenanya saat memilih air purifier, pastikan untuk memilih yang sesuai dengan ukuran ruangan.

4. Air Purifier Berisik dan Mengganggu Saat Tidur

Pernyataan ini tidak sepenuh benar, karena kipas pada air purifier dapat mengeluarkan suara pada tingkat kebisingan tertentu. Terlebih, saat mendeteksi dan bekerja memfilter gas maupun zat berbahaya.

Kendati demikian, perangkat air purifier modern sebenarnya sudah dilengkapi dengan beberapa mode pengoperasian. Jadi, pengguna dapat melakukan pengaturan yang sesuai dengan kebutuhannya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Air Purifier Samsung

Dengan beragam mitos dan fakta tersebut, sebagai salah satu perusahaan yang mengeluarkan produk air purifier, Samsung pun berusaha menghadirkan rangkaian produk yang dapat menjadi solusi bagi kebutuhan penggunanya.

Untuk itu, menurut Senior Product Marketing Manager Home Appliances, Samsung Electronics Indonesia, Hendry Wijaya, pihaknya menghadirkan produk air purifier dengan sistem filtrasi mumpuni seperti HEPA Filter termasuk kapasitas purifikasi lebih besar dan sensor debu yang lebih intuitif.

"Samsung menyadari pentingnya suplai udara bersih di rumah, terutama saat ini dimana kita menghabiskan lebih banyak waktu di rumah untuk mengurangi mobilitas, work from home, ataupun menjalani PJJ," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (15/7/2021).

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya