Facebook Masuki Bisnis Real Estate, Bangun Kota Bernama Willow Village

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 13 Jul 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 13 Jul 2021, 19:00 WIB
Mark Zuckerberg
Perbesar
Mark Zuckerberg, Founder sekaligus CEO Facebook, banyak disalahkan sebagian pihak karena membiarkan penggunanya membagikan tautan berita hoax di Facebook. (Doc: Wired)

Liputan6.com, Jakarta - Facebook mulai menanamkan akarnya di dunia nyata. Jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini membuat proyek real estate bernama Willow Village yang berada di dekat kantor pusatnya di Menlo Park, California.

Proyek Willow Village ini hadir lengkap dengan supermarket, restoran, toko, dan hotel dengan 193 kamar. Willow Village direncanakan menjadi kota Facebook dengan total 1.729 apartemen di lokasi, termasuk 320 unit terjangkau, dan 120 unit untuk manula.

Mengutip laman Architectural Digest, Selasa (13/7/2021), pengembangan situs seluas 59 hektar yang kini merupakan kompleks industrial dan riset ini merupakan bagian kolaborasi antara Facebook dan Signature Development Group.

Signature merupakan pengembang real estate yang terkenal dengan Hive-nya, sebuah proyek mixed-use untuk komersial, pusat belanja, dan permukiman di Oakland.

Sekadar informasi, desain Willow Village sendiri dibuat ramah pejalan kaki dengan jalur sepeda, trotoar luas, dan memiliki ruang hijau publik yang luas.

Rencana proyek ini juga dilengkapi dengan gedung perkantoran modern seluas 1,25 juta kaki persegi, termasuk area kubah dengan kaca besar sebagai area kolaboratif.

"Facebook ingin memodernisasi dan membawa proyek ini ke abad ke-21," kata Presiden Siganture Development Mike Ghielmetti.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berkomitmen Menjadi Tetangga yang Baik

Salah Satu Sudut Ruangan di Kantor Facebook di Seattle
Perbesar
Ilustrasi Facebook: Salah Satu Sudut Ruangan di Kantor Facebook di Seattle. Kredit: Facebook

Raksasa jejaring sosial ini memiliki cetak biru proyek versinya, yakni dengan 30 persen lebih sedikit ruang kantor dan 200 apartemen lebih banyak.

Facebook juga setuju untuk memprioritaskan pembangunan toko kelontong dan fasilitas lain yang terbuka untuk non-karyawan.

VP Real Estate Facebook, John Tenanes mengatakan, "Kami sangat berkomitmen untuk menjadi tetangga yang baik di Menlo Park. Kami mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat."

Ruang ritel seluas 200.000 kaki persegi ini akan mencakup kafe dan apotek yang dibangun di sekitar alun-alun kota. Willow Village tak akan jadi komunitas yang ekslusif untuk karyawan Facebook.

Sebelumnya, Facebook sempat menawarkan insentif sebesar USD 10.000 bagi karyawan yang tinggal dalam jarak 10 mil dari kantor pusatnya di Silicon Valley.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Google juga Mau Bikin Kota di San Diego

Google Plex
Perbesar
Suasana kantor pusat Google di Googleplex, Mountain View, Palo Alto, California. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Sekadar informasi, Facebook bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi yang mengembangkan kotanya sendiri. Sebelumnya Google sudah mendapat izin dari Dewan Kota San Jose untuk membangun kotanya.

Kota Google ini akan berlokasi di San Jose dengan luas 80 hektar. Kota tersebut menawarkan hunian, pertokoan, hingga pusat kebudayaan. Terdapat 4.000 unit rumah yang akan dibangun, 300 ruang hotel, dan 800 kamar untuk tamu korporat Google.

Rencananya pembangunan mulai dilakukan pada tahun depan dan Google menginvestasikan setidaknya USD 1 miliar untuk mengembangkan real estate-nya.

(Tin/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya