Perusahaan Roket Jeff Bezos Dapat Lisensi Bawa Manusia Terbang ke Luar Angkasa

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 13 Jul 2021, 12:45 WIB
Diperbarui 13 Jul 2021, 12:45 WIB
Blue Origin. (Foto: CNN Money)
Perbesar
Blue Origin. (Foto: CNN Money)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA) memberikan persetujuan pada Blue Origin untuk membawa manusia terbang ke luar angkasa menggunakan kapsul New Sheppard. Persetujuan diberikan pada Senin, 12 Juli 2021 waktu setempat.

Persetujuan diberikan sebelum pendiri sekaligus mantan CEO Amazon, Jeff Bezos, melakukan penerbangan luar angkasa perdana pada 20 Juli mendatang.

Mengutip Reuters, Selasa (13/7/2021), Blue Origin diizinkan untuk membawa manusia, dengan lisensi FAA yang berlaku hingga Agustus 2021.

Perusahaan roket milik Jeff Bezos itu diberi persetujuan untuk menjalankan misi ini dari fasilitas Launch Site One di Texas, AS.

FAA mengatakan, pihaknya meminta Blue Origin untuk memverifikasi hardware dan software kendaraan peluncurannya guna memastikan keamanan selama uji terbang.

FAA pun mengonfirmasi, hardware dan software Blue Origin memenuhi syarat keamanan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tren Wisata Luar Angkasa

Kapsul Blue Origin
Perbesar
Kapsul Blue Origin untuk wisata manusia ke luar angkasa (Sumber: CNET)

Penerbangan Blue Origin dilakukan seminggu lebih lama setelah penerbangan Virgin Galactic ke tepi luar angkasa bersama kru, termasuk pendirinya, miliarder asal Inggris, Richard Branson.

Virgin Galactic dan Blue Origin serta perusahaan luar angkasa Elon Musk SpaceX berupaya untuk menghadirkan era baru dari wisata, yakni perjalanan luar angkasa komersial.

Misi ketiganya adalah membuktikan perjalanan roket aman bagi publik. Bank investasi yang berbasis di Swiss, UBS, bahkan menyebut, pasar pariwisata antariksa akan memiliki nilai USD 3 miliar dalam satu dekade ini.


Virgin Galactic dan Richard Branson Mengangkasa

Richard Branson Mengudara ke Luar Angkasa dalam Penerbangan Virgin Galactic
Perbesar
Richard Branson Mengudara ke Luar Angkasa dalam Penerbangan Virgin Galactic. Dok: Virgin Galactic

Sebelumnya, miliarder Richard Branson berhasil mencapai tepi luar angkasa dengan pesawat roket Virgin Galactic miliknya, VSS Unity 22.

Ia terbang tinggi di atas New Mexico, Amerika Serikat dengan pesawat yang telah dikembangkan perusahaannya selama 17 tahun.

"Perjalanan ini merupakan pengalaman seumur hidup," kata Richard Branson sebagaimana dikutip dari BBC, Minggu (11/7/2021).

Ia sekarang telah kembali dengan selamat ke Bumi bersama krunya, membuat Virgin Galactic menjadi pelopor pariwisata luar angkasa pertama yang mencapai antariksa, mengalahkan Elon Musk dari SpaceX dan Jeff Bezos dari Blue Origin.

Dalam misi ini Richard Branson ditemani oleh dua pilot Unity, Dave Mackay dan Michael Masucci, serta tiga karyawan Virgin Galactic: Beth Moses, Colin Bennett, dan Sirisha Bandla.

Richard Branson menyebut penerbangan itu sebagai uji coba wisata luar angkasa yang dia harapkan bisa ditawarkan kepada pelanggan mulai tahun depan. 

(Tin/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya