Antisipasi Serangan, Kemkominfo-BSSN Bentuk Tim Respon Insiden Keamanan Siber

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 02 Jul 2021, 15:31 WIB
Diperbarui 02 Jul 2021, 15:31 WIB
Kominfo-CSIRT
Perbesar
Kemkominfo dan BSSN bekerja sama menghadirkan KCSIRT, sebuah tim respon yang ditujukan untuk mengantisipasi adanya serangan siber di ruang lingkup Kemkominfo (Foto: Kemkominfo).

Liputan6.com, Jakarta - Kemkominfo bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membentuk Kominfo-Computer Security Incident Response Team (KCSIRT). Tim respon ini ditujukan untuk mengantisipasi insiden keamanan siber di lingkungan Kemkominfo.

Sekretaris Jenderal Kemkominfo, Mira Tayyiba mengatakan, Kemkominfo perlu menyiapkan strategi dan langkah komprehensif, mulai dari antisipasi hingga penanggulangan dan pemulihan jika ada insiden keamanan siber.

"Untuk menjawab kebutuhan tersebut, khususnya pemulihan insiden keamanan siber, perlu dibentuk Computer Security Incident Response Team," kata Mira, dikutip dari keterangan resmi Kemkominfo, Jumat (2/7/2021).

KCSIRT memiliki tiga tujuan utama. Pertama adalah mewujudkan ketahanan siber yang andal dan profesional. Kedua, koordinasi dan kolaborasi layanan siber dan ketiga membangun kapasitas sumber daya keamanan siber.

KCSIRT ke depannya akan berperan sebagai wadah koordinasi antar-unit atau pemangku kepentingan di lingkungan Kemkominfo terkait keamanan informasi.

KCSIRT tak hanya beranggotakan tim dari Pusat Data dan Sarana Informatika (PDSI) tetapi juga melibatkan perwakilan unit kerja eselon 1 di Kemkominfo.

Tim respons ini juga membuka beberapa kanal untuk menerima semua respon terkait masalah keamanan siber di lingkungan Kemkominfo, baik melalui form aduan di website, call center, atau WhatsApp.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Beri Peringatan Pada Sistem yang Diserang

Ransomware
Perbesar
Indonesia Kena Serangan Siber, Pakar: Jangan Sepelekan Keamanan. (Doc: PCMag)

"Selanjutnya tim akan memberikan peringatan terkait adanya insiden siber kepada pemilik sistem elektronik dan menyediakan informasi statistik terkait layanan," katanya.

Mira mengatakan, Kemkominfo sadar bahwa penyelenggaraan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) oleh instansi pemerintah kerap menjadi sasaran serangan siber.

Hal tersebut, menurut Mira, bisa mengganggu layanan publik sekaligus dapat menurunkan kredibilitas Kemkominfo maupun pemerintah.

Sadar akan hal ini, Mira menegaskan, proses pengendalian dan pemulihan insiden keamanan informasi butuh upaya bersama. Untuk itulah, semua unit perlu berpartisipasi dalam menjaga dan melaporkan insiden keamanan yang terjadi di lingkungan Kominfo, melalui KCSIRT.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saling Koordinasi Menjaga Ruang Digital

BSSN Susun Draft SKSN sebagai Langkah Meningkatkan Keamanan Siber Nasional
Perbesar
BSSN telah menyusun Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) sebagai langkah nyata kehadiran negara dalam mewujudkan keamanan dan ketahanan nasional di ruang siber.

Kepala BSSN Hinsa Siburian mengatakan, Kemkominfo dan BSSN saling meningkatkan koordinasi guna menjaga ruang digital tetap sehat dan aman dari kejahatan siber.

Menurut Hinsa, Kemkominfo dan kementerian lain melakukan pembangunan, sementara upaya pengamanan dibantu oleh BSSN. Tugas pokok keduanya pun tak bisa dipisahkan.

KCSIRT menurut Hinsa, akan membantu mengatasi masalah yang sifatnya teknis, misalnya DDoS, phishing, dan malware. Sementara Kemkominfo bertugas menangkap hoaks dan misinformasi.

"Intinya tugas pokok Kominfo-CSIRT adalah serangan yang bersifat teknis, karena kalau diserang, yang sifatnya teknis ini akan mengganggu, berdampak pada infrastruktur lain yang sudah terhubung," katanya.

(Tin/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya