Google Uji Coba Play Media Experience Program bagi Pengembang Aplikasi

Oleh Arief Rahman Hakim pada 25 Jun 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 25 Jun 2021, 10:00 WIB
Kantor Baru Google di Berlin
Perbesar
Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pada gelaran Google I/O 2021, perusahaan membuat dorongan besar untuk menyediakan beragam aplikasi untuk tersedia di Android. Salah satunya melalui Play Media Experience Program bagi pengembang aplikasi pihak ketiga.

Pada program tersebut memungkinkan Google hanya mengambil 15 persen komisi dari pengembang aplikasi, yang sebelumnya sebesar 30 persen.

Itu dikatakan untuk mendukung lebih banyak aplikasi yang hadir di Wear OS, Android/Google TV, Android Auto, dan Tablet/Foldable.

Agar tujuan itu tercapai, aplikasi pihak ketiga adalah bagian penting untuk membuat pengguna akhir mengadopsi dan meningkatkan penggunaan ke aplikasi atau perangkat serupa.

Misalnya, Google TV yang diluncurkan tahun lalu di Chromecast baru dengan banyak aplikasi yang mendukung fitur platform terbaru, seperti pengalaman layar beranda dan daftar pantauan.

Mengutip 9to5Google, Jumat (25/6/2021), keberhasilan itu sebagian karena Play Media Experience Program, yang baru saja diuji dengan mitra awal.

Dengan demikian, Google dan penggunanya akan mendapat lebih banyak aplikasi media di Android/Google TV, serta platform Cast, Android Auto dan Automotive, tablet/foldable, dan Wear OS.

Platform wearable rencananya akan diluncurkan besar-besaran dalam beberapa bulan mendatang, sementara perangkat layar besar akan menimbang lonjakan penggunaan dan minat dari produsen.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tiga Bidang

Google sekarang siap untuk memperluas inisiatif ini ke semua perusahaan media secara global dalam tiga bidang.

Pada kategori Video, yakni konten yang memenuhi syarat mencakup film, acara TV, siaran langsung olahraga/berita, dan 'pemrograman video yang mengutamakan ruang tamu'.

Pengguna akan mendapat manfaat dari 'rekomendasi cerdas untuk menemukan konten dengan mudah, pendaftaran dan masuk yang lebih mudah, dan penemuan yang ditingkatkan'.

Sementara untuk kategori Audio, yakni konten mencakup 'konten musik dan audio premium melalui langganan' untuk Wear OS, Android Auto, Android TV, dan Google Cast, di mana pengguna mendapatkan manfaat dari "penemuan konten dan terus mendengarkan di seluruh perangkat.

Serta pada kategori Buku, termasuk pada buku, audio book, dan komik premium memenuhi syarat dengan pengoptimalan tablet dan perangkat foldable, serta integrasi ke Entertainment Space. Kemudian, Audio book perlu memenuhi persyaratan untuk diakses melalui Wear OS dan Android Auto.

Benefit yang didapatkan pengguna adalah peningkatan pengalaman membaca dan penemuan konten dan keterlibatan kembali di seluruh Entertainment Space.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keuntungan Pengembang

Google Gulirkan Entertainment Spaces untuk Tablet Android
Perbesar
Bulan ini masih rilis terbatas untuk perangkat bermerek Onn Walmart di Amerika Serikat, dan berangsur rilis global bagi perangkat Lenovo, Sharp dan lainnya sepanjang 2021. (Dok: Google)

Sebagai imbalan untuk membangun aplikasi di semua platform Google tersebut dan berintegrasi dengan fitur/API tertentu, pengembang akan mendapatkan sejumlah komisi dari pemotongan diskon bagi konsumen dari 30 persen ke 15 persen.

Ini terlepas dari perubahan yang akan datang di mana Google mengurangi komisinya menjadi 15 persen pada pendapatan US$ 1 juta pertamanya atau sekitar Rp 14,4 miliar.

Syaratnya, aplikasi yang terlibat dalam Play Media Experience Program perlu selalu menggunakan sistem penagihan dalam aplikasi Play Store.

Pengembang aplikasi bagi Android yang berminat bisa mulai mendaftar di program ini mulai saat ini, dan perusahaan akan menindaklanjuti jika pendaftar memenuhi syarat.

(Rif/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓