Tokopedia Hadirkan 2 Inisatif Dukung Program Kampus Merdeka

Oleh Agustinus Mario Damar pada 19 Jun 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 15:00 WIB
Tokopedia
Perbesar
Logo Tokopedia. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Liputan6.com, Jakarta - Tokopedia baru saja mengumumkan dua inisiatif untuk mendukung Program Kampus Merdeka yang dibuat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Adapun dua inisiatif yang dihadirkan startup unicorn ini adalah Progam Magang Bersertifikat dan Hackathon Devcamp.

Dua inisiatif ini diungkapkan langsung oleh CEO and Founder Tokopedia, William Tanuwijaya, saat diskusi Festival Kampus Merdeka 2021 bersama Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, Nadiem A Makarim, bersama perwakilan akademisi dan pelaku industri lainnya.

“Umumnya, perusahaan teknologi harus kembali melatih talenta sesuai dengan perkembangan industri yang begitu cepat dan dinamis. Di sisi lain, kita semua berlomba meluncurkan inovasi terbaik sehingga waktu menjadi sangat berharga dan dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak. Inilah yang menjadi motivasi utama Tokopedia bergabung dalam program Kampus Merdeka," tutur William.

Dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (19/6/2021), sesuai namanya, inisiatif Program Magang Bersertifikat yang diadakan Tokopedia merupakan program magang yang tersedia untuk tiga bidang. Salah satunya adalah software engineering meliputi inovasi di bidang machine learning maupun artificial intelligence.

Selain itu, ada juga program magang marketing bagi talenta yang tertarik mendalami ilmu komunikasi, media sosial, dan pemasaran. Sementara talenta yang ingin memperluas pengalaman mengenai strategi dan operasional perusahaan bisa bergabung di program magang business development.

Lalu untuk Hackathon Devcamp, program ini merupakan kompetisi membangun produk dan solusi dalam waktu singkat. Pemenang Hackathon Devcamp ini akan langsung ditawarkan bergabung dalam Tokopedia secara permanen.

Presiden Joko Widodo yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan Kampus Merdeka akan menjadi percepatan persiapan talenta Indonesia. Ini merupakan strategi talent boosting yang harus didukung dan membutuhkan kolaborasi dari semaunya, mulai dari kampus, mahasiswa, termasuk pelaku industri.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem A. Makarim mengatakan program Kampus Merdeka ini memberikan kesempatan bagi puluhan ribu mahasiswa belajar pengalaman di luar kampus, mengingat proses pembelajaran bisa terjadi di mana saja dan dengan siapa saja.

Tokopedia Duduki Posisi Puncak Ritel Terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara

Tokopedia
Perbesar
Laman utama aplikasi Tokopedia. (Sumber: Tokopedia)

Di sisi lain, Euromonitor International dalam laporannya menyebut Tokopedia menduduki posisi puncak pemain ritel terbaik di Indonesia, termasuk di Asia Tenggara. Startup ini ada di jajaran Top 100 Peritel Asia pada 2021 (Top 100 Retailers in Asia 2021).

"Tokopedia menempati posisi pertama pemain ritel di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara," tulis laporan Euromonitor International dalam keterangan yang diterima, Sabtu (29/5/2021).

Sebagai informasi, laporan ini membuat daftar perusahaan berdasarkan pangsa pasar dan nilai pasar mereka. Adapun untuk peringkat satu hingga tiga di Asia, ada Alibaba Group Holding (USD 376 juta), JD.com (USD 261 juta), dan AEON Group (USD 79 juta).

Sementara Tokopedia ada di peringkat 26 dengan nilai mencapai USD 11,683 juta. Startup ini berada tepat di atas Apple yang ada di posisi 27 maupun Sea Ltd, induk perusahan Shopee yang ada peringkat 31.

Lalu untuk pasar Asia Tenggara, Tokopedia ada di peringkat pertama. Startup ini berhasil melampuai Seven & Holdings yang memiliki nilai USD 11,532 juta maupun Sea pemilik merek Shopee.

Peranan Besar Platform E-Commerce

"Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada memainkan peran besar dalam digitalisasi brand-brand yang tadinya hanya bergerak di ranah offline," tulis laporan ini lebih lanjut.

Untuk di Indonesia sendiri, peringkat 1 hingga 5 secara berurutan diisi oleh Tokopedia, Sea Ltd (Shopee), Salim Group, Sumber Alfaria Trijaya, dan Bukalapak.

Laporan ini juga mencatat secara keseluruhan, nilai ritel Asia Tenggara diprediksi mampu mencatat pertumbuhan sebesar 6,7 persen selama lima tahun ke depan, mulai dari 2021 hingga 2025.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓