Pengembang Pokemon Go Besut Game Transformers: Heavy Metal

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 15 Jun 2021, 16:15 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 16:15 WIB
Transformers: Age of Extinction Ditaksir Laris di Pembukaan
Perbesar
Banyak pihak yang meramalkan Transformers: Age of Extinction laris manis di penayangan awal.

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang Pokemon Go, Niantic, kini melebarkan sayapnya dari gim berkarakter imut ke robot-robot raksasa.

Niantic mengumumkan proyek barunya, sebuah game berbasis augmented reality bernama Transformers: Heavy Metal.

Gim ini dijadwalkan akan rilis global pada tahun 2021 ini, dengan sebuah soft launching di beberapa negara terpilih dalam waktu dekat.

Mengutip The Verge, Selasa (15/6/2021), Niantic bermitra dengan studio Very Very Spaceship yang berbasis di Seattle, AS, sebagai pemimpin dalam pengembangan Transformers: Heavy Metal.

"Dalam Transformers: Heavy Metal, para pemain akan bergabung dengan Guardian Networks, sekelompok manusia yang bekerja sama dengan Autobots dalam perang melawan Decepticons," kata Niantic dalam pernyataan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berperang Lawan Decepticons

Transformers: The Last Knight
Perbesar
Transformers: The Last Knight. (Paramount Pictures)

"Sebagai anggota Guardian, para pemain akan menemukan berbagai region tersembunyi di seluruh dunia untuk mendapatkan sumber daya dan melawan Decepticons dalam peperangan solo atau berkelompok," bunyi pernyataan Niantic.

Niantic dikenal salah satunya karena kesuksesan gim Pokemon Go yang terus berlanjut. Perusahaan pun terus berkembang dengan mencoba membawa dunia fiksi lainnya ke video game.

Pertama ada gim Harry Potter: Wizards Unite. Baru-baru ini, Niantic juga mengumumkan kemitraan dengan Nintendo yang akan menyertakan gim Pikmin.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Niantic Blokir 5 Juta Gamer Curang dalam Setahun

Pokemon Go
Perbesar
Pokemon Go. (Doc: Niantic Labs)

Terlepas dari gim baru, pada awal tahun 2021, pengembang Pokemon Go Niantic mengklaim telah memblokir lebih dari lima juta pemain yang ketahuan curang atau biasa disebut sebagai cheater.

Mengutip informasi dari GSM Arena, Kamis (25/2/2021), jumlah itu berasal dari tiga gim besutan Niantic, yakni Pokemon Go, Ingress, dan Harry Potter: Wizards Unite.

Menurut Niantic, dari lima juta pemain yang diblokir, lebih dari 20 persennya terkena pemblokiran permanen. Sebagai informasi, dalam beberapa tahun terakhir, Niantic memang terus berupaya untuk mengurangi jumlah cheater di dalam gimnya.

Perusahaan itu diketahui telah banyak berinvestasi untuk memanfaatkan teknologi baru yang dapat mendeteksi cheater. Selain itu, mereka juga merekrut tim terlatih yang khusus untuk memastikan aturan anticurang benar-benar berlaku.

Lebih lanjut Niantic juga menuturkan, lebih dari 90 persen pemain yang menerima peringatan pertama langsung berhenti bermain curang.

"Ini cukup menggembirakan, sebab kami terus berupaya mencari keseimbangan untuk menghukum pemain curang biasa dan yang memang memiliki niat bermain curang sejak awal," kata perusahaan.

Niantic juga memastikan komitmennya untuk menjaga permainan dalam gim besutannya tetap berjalan adil. Karenanya, perusahaan selalu memperbarui kemampuannya menangkis para cheater yang ada di gim besutannya.

Untuk itu, bagi kamu pemain Pokemon Go, Ingress, atau Harry Potter: Wizards Unite yang tidak ingin diblokir, sebaiknya selalu mengunduh gim tersebut dari toko aplikasi resmi dan tidak memakai perangkat yang sudah di-root. 

(Tin/Isk)

 

Lanjutkan Membaca ↓