Top 3 Tekno: OnlyFans Diminta Batasi Pengguna Anak-Anak Jadi Sorotan

Oleh Yuslianson pada 14 Jun 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 11:30 WIB
Cara Mudah Browsing Tanpa Koneksi Internet di Semua Browser
Perbesar
Untuk menjelajahi situs web memerlukan akses internet, maka harga paket internet menjadi momok yang cukup sensitif.

Liputan6.com, Jakarta - Berita soal Komisioner untuk anak-anak di Inggris meminta agar pemilik platform OnlyFans lebih ketat mengawasi akun pengguna di bawah umur 18 tahun, jadi sorotan pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (13/6/2021).

Selain itu, berita soal laptop perdana Realme akan dirilis bulan ini hingga wabah Covid-19 baru di Asia kian perparah kelangkaan chip global.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Banyak Konten Porno, OnlyFans Diminta Batasi Pengguna Anak-Anak

Rata-rata remaja menggunakan minimal dua jenis gadget atau perangkat elekronik satu jam sebelum mereka tidur.

Komisioner untuk anak-anak di Inggris meminta platform OnlyFans untuk lebih memperhatikan pengguna anak-anak.

Pasalnya, ditemukan akun anak-anak di bawah 18 tahun menggunakan identitas palsu untuk masuk ke OnlyFans dan menjual video eksplisit.

Kemudian, pada kasus lain, polisi setempat dikabarkan menemukan anak 14 tahun menggunakan paspor neneknya untuk membuat akun.

Baca Selengkapnya di Sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Realme Bakal Rilis Laptop Perdana Bulan Ini?

realme 8 Pro - Infinite Black. (Dok. realme)

Realme dikabarkan bakal memperluas portofolio produk besutannya di tahun ini. Berdasarkan bocoran terbaru, perusahaan tersebut akan merilis sebuah laptop.

Dikutip dari GSM Arena, Minggu (13/6/2021), informasi mengenai produk laptop dari Realme ini diketahui dari CEO Realme untuk India dan Eropa, Madhav Sheth.

Dalam kicauannya di Twitter, dia mengunggah foto yang memperlihatkan bagian produk dan diduga kuat sebagai laptop.

Baca Selengkapnya di Sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Wabah Covid-19 Baru di Asia Kian Memperparah Kelangkaan Chip Global

Ilustrasi Chip (Brian Kostiuk/Unsplash).

Wabah baru Covid-19 di Asia disebut-sebut akan membuat rantai pasokan global kian tertunda dan memperburuk kondisi kekurangan semikonduktor global.

Dilaporkan The Wall Street Journal, Taiwan yang merupakan hub signifikan untuk pembuatan chip, saat ini mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Pada Minggu (13/6/2021), Pusat Komando Epidemi Pusat Taiwan mengumumkan ada 251 kasus baru Covid-19 yang dikonfirmasi dan 26 orang meninggal dunia.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Tin)

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait