Wabah Covid-19 Baru di Asia Kian Memperparah Kelangkaan Chip Global

Oleh Iskandar pada 13 Jun 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 13 Jun 2021, 14:00 WIB
Ilustrasi Chip
Perbesar
Ilustrasi Chip (Brian Kostiuk/Unsplash).

Liputan6.com, Jakarta - Wabah baru Covid-19 di Asia disebut-sebut akan membuat rantai pasokan global kian tertunda dan memperburuk kondisi kekurangan semikonduktor global.

Dilaporkan The Wall Street Journal, Taiwan yang merupakan hub signifikan untuk pembuatan chip, saat ini mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Pada Sabtu (12/6/2021), Pusat Komando Epidemi Pusat Taiwan mengumumkan ada 251 kasus baru Covid-19 yang dikonfirmasi dan 26 orang meninggal dunia.

Hari sebelumnya, Jumat (11/6/2021), lembaga tersebut melaporkan 287 kasus baru dan 24 kematian. Kasus Covid-19 tercatat telah meningkat sejak awal Mei 2021.

"Mulai 10 Mei, infeksi Covid-19 melonjak dari angka satu menjadi tiga digit dalam hitungan hari," South China Morning Post melaporkan, sebagaimana dikutip dari The Verge, Minggu (13/6/2021).

Wabah ini berdampak besar pada setidaknya satu perusahaan chip besar di Taiwan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ratusan Karyawan Positif Covid-19

FOTO: Taiwan Berlakukan Pembatasan Perangi Pandemi COVID-19
Perbesar
Warga memakai masker untuk melindungi diri dari penyebaran COVID-19 di Taipei, Taiwan, Sabtu (15/5/2021). Taiwan yang telah berhasil membuat iri dalam menahan COVID-19 memberlakukan pembatasan baru di ibu kotanya saat memerangi wabah terburuk sejak pandemi dimulai. (AP Photo/Chiang Ying-ying)

"Di King Yuan Electronics Co., salah satu perusahaan pengujian dan pengemasan chip terbesar di pulau itu, lebih dari 200 karyawan telah dites positif Covod-19 bulan ini. Sementara 2.000 pekerja lainnya tengah dikarantina sehingga memotong sepertiga pendapatan perusahaan," lapor The Wall Street Journal.

TSMC, yang membuat chip untuk Apple, Qualcomm, dan banyak perusahaan teknologi besar lainnya, mengatakan belum terpengaruh.

Akan tetapi, perusahaan memperingatkan pada April lalu bahwa kekurangan chip diprediksi bisa berlangsung hingga 2022.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pabrik Chip di Negara Lain

Khawatir Virus Corona COVID-19, Warga Malaysia Beraktivitas Pakai Masker
Perbesar
Seorang wanita mengenakan masker di tengah kekhawatiran akan penyebaran virus corona COVID-19, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, (13/2/2020). Total kematian akibat virus tersebut di Provinsi Hubei hingga Rabu (12/2) mencapai 1.310 orang. (AFP/Mohd Rasfan)

Pabrik-pabrik di Malaysia juga dilaporkan mengalami perlambatan kemampuan manufaktur karena Covid-19.

Asosiasi Industri Semikonduktor Malaysia mengatakan aturan lockdown akan mengurangi produksi antara 15 persen dan 40 persen.

Pusat pengiriman di Asia juga terkena dampak pandemi. Misalnya, Yantian, pelabuhan peti kemas utama di Shenzhen, menurun 30 persen dari aktivitas normalnya.

(Isk/Tin)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya