DeepMind Temukan Cara Sederhana untuk Kembangkan AI

Oleh Arief Rahman Hakim pada 11 Jun 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 12:00 WIB
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML)
Perbesar
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML). Kredit: Gerd Altmann from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Pada pengembangan Artificial Intelligence (AI) biasanya dibutuhkan beragam mekanisme dan teknologi yang cukup rumit. Misalnya, dengan tujuan untuk mereplikasi penglihatan, bahasa, penalaran, keterampilan motorik, dan kemampuan lainnya.

Upaya tersebut terbukti telah menghasilkan sistem AI yang secara efisien mampu memecahkan masalah khusus. Namun, kelemahannya belum bisa mengembangkan jenis kecerdasan umum yang terlihat pada manusia dan hewan, misalnya bertahan hidup.

Menjawab hal itu, peneliti dari DeepMind, yang berbasis di Inggris mengirimkan sebuah makalah ke jurnal AI. Para peneliti tersebut menemukan bahwa dalam mengembangkan AI dengan kecerdasan umum, cukup dengan berpegang pada prinsip sederhana, memaksimalkan penghargaan.

Mengutip Venture Beat, Kamis (10/6/2021), makalah berjudul ‘Reward is Enough’ tersebut menarik inspirasi dari mempelajari evolusi kecerdasan alami. Serta mengambil pelajaran dari pencapaian terbaru dalam kecerdasan buatan.

Para penulis makalah tersebut menyarankan bahwa maksimalisasi penghargaan dan pengalaman sudah cukup untuk mengembangkan perilaku yang menunjukkan jenis kemampuan yang terkait dengan kecerdasan.

Ke depannya itu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kecerdasan umum buatan, misalnya mengambil keputusan pada umumnya atau bahkan bertahan hidup sebagai seleksi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dua Model AI

Ilustrasi Kecerdasan Buatan. Kredit: Geralts via Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Kecerdasan Buatan. Kredit: Geralts via Pixabay

Dalam pembuatan AI, salah satu metode yang digunakan adalah dengan mencoba mereplikasi elemen perilaku ‘cerdas’ di komputer.

Misal, pemahaman mengenai sistem penglihatan mamalia telah memunculkan semua jenis sistem AI yang dapat mengkategorikan gambar, menemukan objek di foto, hingga menentukan batas antar objek.

Selain itu, pemahaman tentang bahasa juga telah membantu dalam pengembangan berbagai sistem pemrosesan bahasa alami, seperti penjawab pertanyaan, pembuatan teks, dan terjemahan mesin.

DeepMind memandang itu adalah contoh AI yang sempit, sistem yang dirancang untuk melakukan tugas tertentu daripada memiliki kemampuan pemecahan masalah secara umum.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa merakit beberapa modul AI yang sempit akan menghasilkan sistem cerdas yang lebih tinggi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pendekatan Berbeda

Ilustrasi Machine Learning, Deep Learning, Artificial Intelligence, Kecerdasan Buatan
Perbesar
Ilustrasi Machine Learning, Deep Learning, Artificial Intelligence, Kecerdasan Buatan. Kredit: Mohamed Hassan via Pixabay

Pendekatan berbeda untuk menciptakan AI yang diusulkan oleh para peneliti DeepMind adalah untuk menciptakan kembali aturan sederhana (namun efektif) telah memunculkan kecerdasan alami.

“[Kami] mempertimbangkan hipotesis alternatif: bahwa tujuan umum untuk memaksimalkan penghargaan sudah cukup untuk mendorong perilaku yang menunjukkan sebagian besar jika tidak semua kemampuan yang dipelajari dalam kecerdasan alami dan buatan,” tulis DeepMind.

Ini pada dasarnya bagaimana alam bekerja. Mekanisme sederhana namun efisien ini telah menyebabkan evolusi makhluk hidup dengan segala jenis keterampilan dan kemampuan untuk memahami, menavigasi, memodifikasi lingkungan mereka, dan berkomunikasi di antara mereka sendiri.

“Dunia alami yang dihadapi oleh hewan dan manusia, dan mungkin juga lingkungan yang dihadapi di masa depan oleh agen buatan, secara inheren sangat kompleks sehingga mereka membutuhkan kemampuan canggih untuk berhasil (misalnya, untuk bertahan hidup) dalam lingkungan tersebut,” para peneliti menulis.

Lanjutkan Membaca ↓