Pandemi Akselerasi Perubahan Perilaku Belanja Online

Oleh Agustinus Mario Damar pada 10 Jun 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 07:30 WIB
Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online
Perbesar
Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online. Kredit: athree23 via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Kredivo bersama Katadata Insight Center kembali meluncurkan riset tahunan edisi kedua Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia 2021. Adapun riset kali ini dilengkapi dengan analisis perilaku pembayaran konsumen dan penggunaan paylater selama pandemi.

Riset ini sendiri memanfaatkan data primer 10 juta sampel transaksi dari enam pemain e-commerce terbesar di Indonesia selama Januari hingga Desember 2020. Data itu diperkuat dengan survei online untuk dapat memberikan gambaran langsung mengenai industri e-commerce Tanah Air.

Hasilnya, riset yang dilakukan Kredivo dan Katadata Insight Center ini menunjukkan rata-rata nilai transaksi e-commerce di 2020 mengalami kenaikan di semua kategori produk jika dibandingkan pada 2019. Pemakain metode paylater pun meningkat selama pandemi, dengan catatan ada 55 persen pengguna baru di masa tersebut.

"Riset yang dilakukan Kredivo bersama Katadata Insight Center tahun ini memperkuat kesimpulan kami bahwa adopsi e-commerce akan terus meningkat tiap tahunnya," tutur VP Marketing dan Communications Kredivo, Indina Andamari, dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (10/6/2021).

Selain itu, riset juga menemukan beberapa hal menarik lain, berikut ini beberapa di antaranya.

1. Peningkatan rata-rata nilai transaksi secara konsisten di hampir semua kategori produk, karena pergeseran kebiasaan konsumen untuk berbelanja online. Hal ini sekaligus menunjukkan kepercayaan konsumen pada transaksi digital, meski distribusi belum merata di beberapa wilayah.

2. Konsumen yang berusia lebih tua makin nyaman berbelanja online. Riset menemukan, di tengah dominasi gen Z dan milenial, generasi X (kelompok usia 36-45) mengalami peningkatan jumlah transaksi belanja online menjadi 19 pada 2020, dari sebelumnya 13 persen pada 2019.

3. Pandemi mengubah preferensi konsumen saat bertransaksi online. Kini, konsumen lebih memiliih membeli produk yang meningkatkan produktivitas dan mengurangi belanja non-pokok. Ini terlihat dari penurunan volume transaksi fashion dari 30 persen di 2019 menjadi 22 persen di 2020. Sementara kategori peralatan rumah tangga, makanan, dan isi ulang voucher meningkat signifikan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Temuan Riset Lainnya

Ilustrasi belanja online
Perbesar
Ilustrasi belanja online (dok.unsplash/ Glenn Carstens-Peters)

4. Promosi dan festival belanja online masih efektif untuk menarik konsumen berbelanja. Jumlah rata-rata transaksi pada event 11.11 dan 12.12 di 2020 meningkat hingga tiga kali dari rata-rata transaksi harian pada tahun itu.

5. Paylater berpotensi semakin diminati sebagai opsi pembayaran yang cepat, aman, dan nyaman. Studi menunjukkan hampir 90 persen konsumen sudah menyadari paylater merupakan opsi pembayaran.

Sebagai informasi, riset ini menggunakan data primer pengguna Kredivo yang tersebar di 34 provinsi dan dari lima kelompok umur maupun pendapatan. Penentuannya sendiri ditentukan berdasarkan random sampling.

Penelitian yang dilakukan pada kuartal pertama 2021 ini juga menganalisa profil dan tipe konsumen yang berbelanja online, seperti gender, umur, lokasi, termasuk produk yang dibeli.

Sementara perilaku pembayaran konsumen dianalisis secara khusus lewat data yang diperoleh dari survei online pada 26-30 Maret 2021 dengan 3.560 responden.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kredivo dan Bukalapak Hadirkan Fitur Paylater

Sebelumnya, Kredivo dan Bukalapak meluncurkan fitur Bukalapak Paylater. Fitur ini memungkinkan pengguna Bukalapak untuk membeli barang saat ini dan membayarnya nanti, dengan bunga 0 persen.

Kehadiran fitur Bukalapak Paylater berangkat dari kondisi pandemi yang meningkatkan penetrasi masyarakat terhadap ekonomi digital, terutama e-commerce.

Bank Indonesia memperkirakan, transaksi e-commerce akan naik hingga 33,2 persen pada 2021. Sebelumnya, pada 2020, kenaikan transaksi masih sebesar 23,3 persen di tengah pandemi.

Melonjaknya transaksi e-commerce juga mendongkrak penggunaan layanan digital keuangan seperti paylater. Studi internal Coherent Market Insight memprediksi pasar global layanan paylater akan tumbuh dari USD 5 juta pada 2019 menjadi USD 33,6 juta di 2027.

President BukaFinancial dan Digital Bukalapak, Victor Lesmana mengatakan, Bukalapak melalui inovasi dan teknologi terus berkomitmen dan berupaya menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Fitur Bukalapak Paylater yang didukung Kredivo sebagai pioneer paylater di Indonesia membantu kami memberikan kemudahan dan kenyamanan transaksi bagi seluruh pengguna. Apalagi fitur ini dilengkapi bebas bunga untuk tenor 30 hari," kata Victor, dalam keterangan yang diterima Tekno Liputan6.com, Selasa (4/5/2021).

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓