Bhinneka.com: Transaksi Produk Lokal Capai 52 Persen Saat Hari Bangga Buatan Indonesia

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 08 Jun 2021, 12:45 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 12:45 WIB
FOTO: Mengunjungi Pameran Produk UMKM dalam Program Bangga Buatan Indonesia
Perbesar
Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Bhinneka.com menjadi salah satu platform e-commerce yang menggelar promo Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021 pada 5 Mei 2021. Hari BBI 2021 menjadi momen spesial bagi konsumen untuk menikmati berbagai promo khusus untuk produk-produk UMKM berkualitas.

Bhinneka.com pun kini mengungkap, sepanjang pelaksanaan Hari BBI 2021 pada 5-13 Mei lalu, pihaknya mencatat peningkatan transaksi hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.

Ada pun kategori yang mendominasi belanja masyarakat adalah makanan dan kebutuhan harian, groceries dan rumah tangga, kesehatan dan perawatan, produk-produk MRO, hingga produk digital seperti pembayaran listrik, token, pulsa, hingga pengisian dompet digital. Aksesori gadget dan komputer serta keperluan kantor juga banyak diminati konsumen.

Head of Corporate Communications Bhinneka.com, Astrid Warsito mengatakan, Bhinneka.com menjadi bagian dari kampanye Hari Bangga Buatan Indonesia 2021.

Salah satu tujuannya adalah ikut mensukseskan progam pemerintah, seiring upaya memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri dengan berbagai produk dari UMKM di seluruh Indonesia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Produk Lokal Catatkan 52 Persen Transaksi

Kantor Bhinneka.Com
Perbesar
Kantor Bhinneka.Com (Sumber: TechInAsia)

"Selama periode 5-13 Mei 2021, produk lokal mencatat transaksi hingga 52 persen dengan tujuan pengiriman ke seluruh Indonesia," kata Astrid dalam keterangan Bhinneka.com.

Ia menilai, aspek lokalitas menjadi bagian yang penting dalam Hari Bangga Buatan Indonesia 2021.

Dengan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah melalui sejumlah kementerian dan pelaku e-commerce, prosisi UMKM diharapkan makin mantap dalam sistem ekonomi digital yang dianggap identik dengan produk impor berharga murah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penanganan yang Tepat Mungkinkan Produk UMKM Berkembang

Astrid mengatakan, pencatatan penjualan sebesar 52 persen produk lokal memperlihatkan bahwa penanganan yang tepat (dalam bentuk stimulus, insentif, dan mekanisme) terhadap pelaku dan produk UMKM Indonesia bisa mendongkrak belanja barang-barang lokal.

"Pencapaian ini menjadi catatan bagi kami, karena di momen perdana Hari Bangga Buatan Indonesia 2021 yang dijalankan secara gotong royong dan bersama-sama ini, ternyata bisa memberikan hasil akhir yang menggembirakan serta menunjukkan potensi UMKM yang luar biasa," katanya.

(Tin/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓