Elon Musk Jadi Target Grup Hacker Anonymous, Kenapa?

Oleh Arief Rahman Hakim pada 07 Jun 2021, 15:15 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 15:15 WIB
Elon Musk.  (Britta Pedersen / POOL / AFP)
Perbesar
Elon Musk. (Britta Pedersen / POOL / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk memang dikenal cukup aktif dengan beragam pernyataannya di Twitter, sampai-sampai cuitannya di media sosial tersebut dapat memengaruhi harga cryptocurrency (mata uang kripto), seperti bitcon, dogecoin, dll.

Karena hal itu, tak ayal banyak follower-nya di akun media sosial jatuh bangkrut karena mempercayai semua omongan Elon Musk soal uang kripto.

 

Oleh sebab itu, grup hacker kenamaan di dunia yang menamakan diri mereka Anonymous memutuskan untuk menjadikan bos Tesla tersebut target peretasan, sebagaimana dikutip dari Gizchina, Senin (7/6/2021).

Kabar ini terungkap lewat video berdurasi 3 menit 47 detik yang beredar di media sosial. Dalam video itu Anonymous menyebut, Elon Musk adalah sosok arogan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Apa yang Akan Grup Anonymous Lakukan?

"Sikap arogan Elon Musk ini merupakan tanda dirinya menderita superioritas kompleks. Contoh paling terkini adalah dengan mengklaim dirinya sebagai ‘Emperor of Mars’." ucap grup Anonymous.

Meski sudah menabuh genderan perang terhadap Elon Musk, grup hacker ini masih belum mengungkap secara jelas apa yang akan dilakukan terhadap bos Tesla tersebut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Nyamar Jadi Elon Musk, Penipu Curi Cryptocurrency Senilai Rp 28,5 Miliar

Terkait berita tentang Elon Musk, baru-baru ini banyak orang kehilangan harta dalam bentuk cryptocurrency dengan total USD 2 juta atau setara Rp 28,5 miliar. Para pemilik cryptocurrency ini ditipu oleh aktor jahat yang berkedok sebagai Elon Musk selama enam bulan terakhir.

Informasi ini diungkap oleh regulator perdagangan AS, Federal Trade Commission (FTC), pada Senin waktu setempat.

"Penipuan selalu berkedok korban dijanjikan mendapat pengembalian dana dalam jumlah besar dan klaim bahwa harta cryptocurrency pengguna bakal digandakan," kata FTC, dikutip dari The Verge, Selasa (18/5/2021).

Lanjutkan Membaca ↓