Robot 'Mata Ketiga' Ini Bantu Pengguna yang Kecanduan Ponsel Saat di Jalanan

Oleh Yuslianson pada 06 Jun 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 06 Jun 2021, 10:35 WIB
Robot Mata Ketiga
Perbesar
Pria ini membuat robot mata ketiga untuk bantu orang yang kecanduan smartphone. (Doc: Digital Trends/ Paeng Min-wook)

Liputan6.com, Jakarta - Paeng Min-wook, seorang desainer industri asal Korea Selatan menciptakan sebuah solusi cerdas bagi orang yang sulit melepaskan pandangan dari smartphone saat berjalan.

Karena terlalu fokus dengan tampilan di layar smartphone, tak ayal banyak orang yang secara tidak sengaja membentur orang lain, menabrak tembok, atau tersandung saat berjalan.

Mengatasi hal tersebut, pria yang berumur 28 tahun ini telah mengembangkan sebuah robot berbentuk bola mata yang diberi nama "The Third Eye" atau "Mata Ketiga", sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Minggu (6/6/2021).

Mata ketiga ini dapat diikatkan ke dahi pengguna sehingga mereka dapat berjalan tanpa harus khawatir menabrak tembok, berbenturan dengan orang lain, atau tersandung di jalanan.

Saat digunakan, robot mata ketiga ini akan membuka kelopak matanya setiap kali kepala pengguna turun ketika melihat smartphone.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasih Peringatan Saat Ada Rintangan

Pria ini membuat robot mata ketiga untuk bantu orang yang kecanduan smartphone. (Doc: Digital Trends/ Paeng Min-wook)

Ketika dalam jarak satu atau dua meter ada rintangan, perangkat ini akan mengeluarkan suara "bip" untuk memperingatkan penggunanya.

“Ini merupakan adalah masa depan umat manusia dengan tiga mata,” Paeng, seorang pascasarjana di bidang teknik desain di Royal College of Art dan Imperial College London, kepada Reuters.

Dia mendemonstrasikan penggunaan The Third Eye di sekitar Seoul. “Karena kita tidak bisa mengalihkan pandangan dari smartphone, mata tambahan akan dibutuhkan di masa depan.”

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cara Kerja Mata Ketiga Buatan Paeng Min-wook

Lebih lanjut, penemuan Paeng mengandalkan sensor gyro untuk mengukur sudut miring leher pengguna dan sensor ultrasonik menghitung jarak antara mata robot, dan rintangan apa pun.

Kedua sensor dihubungkan ke mikrokontroler papan tunggal sumber terbuka, dengan paket baterai.

Paeng mengatakan, "Third Eye" ini dimaksudkan sebagai peringatan, bukan solusi nyata bagi pecandu smartphone yang tidak akan memperhatikan kemana mereka akan berjalan.

(Ysl/Tin)

Lanjutkan Membaca ↓