Twitter Sedang Uji Coba Tampilkan Iklan di Fleets

Oleh Arief Rahman Hakim pada 03 Jun 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 03 Jun 2021, 09:30 WIB
Twitter
Perbesar
Tampilan fitur Fleets yang ada di Twitter (sumber: Twitter)

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, Twitter dikabarkan tengah menguji coba untuk menambahkan iklan di fitur konten yang dapat menghilang secara otomatis setelah 24 jam bernama Fleets.

Nantinya, iklan itu akan tampil dalam format full screen dan terpasang diantara konten Fleets milik pengguna lainnya.

Seperti iklan di Instagram Stories dan WhatsApp, pengiklan dapat memanfaatkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk diarahkan ke situs tertentu saat "swipe up" di iklan.

Twitter menyebut, meletakkan iklan di Fleets menawarkan lebih banyak peluang bagi pengiklan dan menarik perhatian pengguna saat ditampilkan dalam format full screen.

Sebelumnya, perusahaan sedang berusaha untuk menggandakan pendapatan tahunannya di 2023 dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut berusaha dicapai oleh perusahaan dengan menjual iklan di situs dan aplikasi mobile Twitter, dikutip dari Reuters, Kamis (3/6/2021).

Sejauh ini, uji coba berlangsung terbatas bagi pengguna Twitter untuk platform iOS dan Android di Amerika Serikat. 

 

Kejar Snap dan Facebook

Diakui Twitter, rencana ini merupakan tujuan perusahaan untuk mengejar ketertinggalannya dari langkah yang telah dilakukan Facebook dan Snap.

Snap diketahui telah lama menghadirkan berbagai iklan dalam fiturnya di sela-sela update penggunanya.

Facebook telah menampilkan iklan dalam "Stories" yang hilang dalam 24 jam tersebut dan memonetasinya dengan iklan.

 

Ticketed Spaces

 

Bukan kali pertama Twitter mencoba untuk meraup untung untuk dari penggunanya. Sebelumnya, perusahaan itu merinci tentang cara kerja Twitter Ticketed Spaces.

Pengguna akun dengan minimal 600 followers dapat membuat acara khusus audio di Spaces, dan menarik bayaran atau tiket masuk kepada followers bila ingin join ke room.

Selain harga tiket, host Spaces dengan tiket berbayar juga dapat menentukan berapa harga dan jumlah tiket yang dijual.

"Host dapat memperoleh keuntungan hingga 80 persen dari penjualan tiket, setelah biaya platform dipotong dari penjualan pembelian dalam aplikasi," kata juru bicara Twitter kepada Engadget, Senin (24/5/2021).

Lanjutkan Membaca ↓