Google Dituding Persulit Pengguna Android untuk Sembunyikan Informasi Lokasi

Oleh Iskandar pada 31 Mei 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 31 Mei 2021, 06:30 WIB
Google. Greg Bulla/Unsplash
Perbesar
Google. Greg Bulla/Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Dalam dokumen gugatan Arizona terhadap Google menunjukkan bahwa para eksekutif dan engineers di perusahaan menyadari bahwa mereka telah mempersulit pengguna smartphone Android untuk merahasiakan informasi lokasi.

Dokumen itu menyebut Google mengumpulkan data lokasi bahkan setelah pengguna Android menonaktifkan berbagi lokasi, dan membuat setelan privasi sulit ditemukan oleh pengguna.

Mengutip The Verge, Senin (31/5/2021), laman Business Insider juga melaporkan bahwa dokumen tersebut menunjukkan Google menekan produsen smartphone untuk menyembunyikan pengaturan privasi, karena pengaturan tersebut populer di kalangan pengguna.

Jaksa Agung Arizona, Mark Brnovich, mengajukan gugatan terhadap Google pada Mei 2020, menuduh raksasa mesin pencarian itu melacak lokasi pengguna Android secara ilegal tanpa persetujuan mereka, meskipun pengguna telah menonaktifkan fitur pelacakan lokasi.

Gugatan itu bahkan mengklaim Google tetap menjalankan pelacakan lokasi di latar belakang untuk beberapa fitur, dan hanya menghentikan praktik tersebut saat pengguna menonaktifkan pelacakan tingkat sistem. 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tanggapan Google

Android 12
Perbesar
Tampilan Android 12 (Foto: Google)

Juru bicara Google José Castañeda mengatakan via email kepada The Verge bahwa Brnovich salah mengartikan layanan perusahaan.

"Kami selalu memasukkan fitur privasi ke dalam produk kami dan memberikan kontrol yang kuat untuk data lokasi. Kami berharap dapat meluruskannya," ucap Jose.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pengguna Android Bakal Bisa Perintah Google Assistant untuk Matikan Ponsel

Google Assistant
Perbesar
Google Assistant (Foto: Google)

Google sendiri baru saja mempertunjukkan sejumlah fitur dan kemampuan baru yang akan hadir lewat update sistem operasinya (OS), yakni Android 12.

Dalam gelaran acara Google I/O 2021, perusahaan memperlihatkan sejumlah fitur baru di Android 12, seperti Chrome Password Manager hingga Locked Folder di Google Photos.

Selain itu, raksasa mesin pencari tersebut juga memperkenalkan fitur baru di Google Assistant yang mampu mematikan smartphone pengguna berbekal perintah suara saja.

Adapun pengguna cukup mengaktifkan Google Assistant dengan mengucapkan "Hey Google" diikuti dengan kata "Power Off", maka smartphone pun akan otomatis mati, sebagaimana dikutip dari 9to5Google, Minggu (23/5/2021).

Sayang, masih belum diketahui secara pasti apakah dengan berkata "Power off phone" ini akan mematikan ponsel atau hanya memunculkan menu tombol power.

Selain itu, Google juga belum mengungkap secara jelas apakah fitur baru di Google Assistant ini akan hadir secara eksklusif di Android 12 atau hanya ponsel Pixel.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pengguna Aktif Android Tembus Angka 3 Miliar

Android 12
Perbesar
Tampilan Android 12 (Foto: Google)

Diungkap oleh Google VP of Android Product Management dan Play Market, Sameer Samat, saat ini sudah ada lebih dari 3 miliar perangkat Android aktif di seluruh dunia.

Dibandingkan 2019, jumlah perangkat Android yang aktif meningkat hingga 500 juta. Dikutip Gizchina, Kamis (20/5/2021), Google telah melampaui angka 2 miliar perangkat aktif pada 2017.

Perlu diingat, statistik yang diungkap oleh raksasa mesin pencari ini didasarkan pada data dari platfom Google Play Store.

(Isk/Ysl)

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya