TelkomGroup Tingkatkan Ketersediaan Bandwidth 4,7 Gbps di Jayapura

Oleh stella maris pada 17 Mei 2021, 15:22 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 15:22 WIB
Penyesuaian Penyebutan Nama Emiten TLKM di Bursa Efek Indonesia 
Perbesar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Liputan6.com, Jakarta Kualitas layanan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) baik suara maupun data termasuk  IndiHome dan Telkomsel, pasca putusnya sistem komunikasi kabel laut  Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Jayapura di dasar laut, 280 km dari Biak dan 360 km dari  Jayapura yang terjadi pada 30 April 2021 kini kian membaik. 

Selain meningkat, hingga saat ini kapasitas bandwidth TelkomGroup di Jayapura yang  tersedia telah mencapai 4,7 Gbps, melalui dukungan link satelit 2.662 Mbps, radio long haul Palapa Ring Timur 500  Mbps dan radio long haul Sarmi-Biak 1.600 Mbps. 

Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono mengatakan bahwa kualitas layanan TelkomGroup di  Jayapura menjadi prioritas untuk terus kami tingkatkan. 

“Alhamdulillah sebanyak 4,762 Gbps kapasitas bandwidth  TelkomGroup telah up di Jayapura. Layanan Telkomsel dan IndiHome sudah dapat dinikmati pelanggan, baik suara  maupun data, dengan menyesuaikan bandwidth yang tersedia. Kami berterima kasih atas dukungan dan  kepercayaan pelanggan yang setia menggunakan layanan TelkomGroup, terutama di Jayapura dan sekitarnya yang  terdampak gangguan.” 

Selanjutnya, untuk perbaikan pada ruas SMPCS yang putus yang ditargetkan selesai pada minggu pertama Juni 2021,  mengingat perlu proses penyambungan kabel dengan menggunakan kapal khusus. 

“Untuk melakukan penyambungan kabel laut, kami tengah mempersiapkan beberapa hal terkait pekerjaan yang  melibatkan penggunaan kapal khusus, seperti perizinan, ketersediaan expert yang melakukan penyambungan kabel,  dan ketersediaan perlengkapan. Kami menargetkan proses pengangkatan dan penyambungan kabel akan selesai  pada minggu pertama Juni 2021. Meski demikian, hal tersebut masih mungkin dipercepat apabila proses pencarian  dan penyambungan dapat dilakukan lebih cepat dari perkiraan waktu. Kami akan mengupayakan perbaikan  secepatnya,” tambah Pujo. 

Sementara diduga penyebab putusnya kabel laut fiber optic tersebut dikarenakan faktor alam, namun mengingat  lokasi kabel yang terputus berada di kedalaman 4.050 m, Telkom baru dapat melakukan identifikasi lebih lanjut  penyebab setelah pengangkatan kabel dari laut. “Kami akan terus berupaya untuk mempercepat pemulihan layanan  Jayapura agar pelanggan dapat kembali beraktivitas. Kenyamanan pelanggan tentunya menjadi fokus kami untuk  perbaikan ini,” tutup Pujo.

 

(*)