540 Ribu UMKM Buka Toko Online Gratis di TokoTalk

Oleh Iskandar pada 17 Mei 2021, 12:45 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 12:45 WIB
Dok: TokoTalk
Perbesar
Dok: TokoTalk

Liputan6.com, Jakarta - Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai 64 juta. Angka tersebut mencapai 99,9 persen dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia.

Namun, menurut data Kadin DKI Jakarta, saat ini hanya sekitar 8 juta UMKM yang memilih menggunakan platform digital. Di tengah pandemi seperti sekarang ini sudah seharusnya pelaku usaha bertransformasi agar bisa bertahan.

PT Codebrick Indonesia, startup yang fokus membantu pelaku usaha membuat toko online melalui website TokoTalk, melihat digitalisasi UMKM sangat diperlukan agar pelaku usaha bisa bertahan di tengah pandemi.

Head of Marketing PT Codebrick Indonesia, Evan Januli, mengklaim pihaknya telah membantu ratusan ribu UMKM untuk bersaing di era digital dengan menyediakan platform membuat website toko online secara gratis.

"Saat ini lebih dari 540.000 pelaku usaha terdaftar dan membuat toko online secara gratis menggunakan TokoTalk," ujar Evan melalui keterangannya, Senin (17/5/2021).

Melihat antusiasme ini, perusahaan akan terus berupaya meningkatkan kualitas produk dan inovasi tepat guna bagi para pelaku UMKM untuk melebarkan pangsa pasar.

"Geliat pelaku usaha untuk bersaing di dunia digital akan terus bertambah dan kami selalu berupaya terus meningkatkan produk dan inovasi yang tepat guna kepada mereka," ucap Evan menambahkan.

 

2 dari 2 halaman

Solusi Praktis

Sejauh ini Evan menuturkan TokoTalk dinilai menjadi solusi praktis untuk membuat toko online sebagai upaya memperluas pasar penjualan melalui teknologi digital.

Terlebih, dengan adanya fitur pembayaran menggunakan e-payment yang memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli.

"TokoTalk dilihat oleh mereka (para pelaku usaha) sebagai solusi praktis untuk merambah penjualan secara luas di dunia digital. Ditambah dengan tersedianya fitur baru Shopeepay yang akan aktif kembali di akhir Mei 2021, semakin mempermudah para seller untuk menjaring customer yang terbiasa bertransaksi melalui marketplace," pungkasnya.

(Isk/Ysl)

 

Lanjutkan Membaca ↓