Apple Suntik Rp 638 Miliar ke Pembesut Gorilla Glass

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 11 Mei 2021, 17:08 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 17:08 WIB
Gorilla Glass vs Layar Safir, Mana Lebih Unggul?
Perbesar
bgr.com

Liputan6.com, Jakarta - Apple suntikĀ investasi senilai USD 45 juta (setara Rp 638 miliar) kepada pembesut Gorilla Glass, Corning. Dana ini diambil dari Advanced Manufacturing Fund Apple.

Sebelumnya, pembesut iPhone ini telah menggelontorkan investasi sebesar USD 450 juta kepada Corning selama empat tahun terakhir.

"Investasi ini akan memperluas kapasitas produksi Corning di AS dan mendorong riset dan pengembangan Corning pada teknologi baru inovatif yang mendukung daya tahan dan masa pakai produk yang tahan lama," kata Apple dalam pernyataan mengenai investasi pada Corning, dikutip dari The Verge, Selasa (11/5/2021).

Corning selama ini menyediakan kaca untuk berbagai produk Apple, termasuk iPhone, iPad, dan Apple Watch. Kedua perusahaan telah memiliki sejarah kerja sama sejak iPhone pertama dirilis.

Pada 2020, keduanya berkolaborasi dalam teknologi Ceramic Shield yang dipakai di jajaran iPhone 12.

2 dari 4 halaman

Tentang Gorilla Glass

Apple
Perbesar
Apple adalah sebuah industri visioner yang merevolusi industri komputer, musik, dan komunikasi seluler.

Teknologi ini diklaim Apple lebih tangguh dari kaca smartphone mana pun dan membuat iPhone flagship terbarunya empat kali lebih tahan terhadap kerusakan karena jatuh.

Selain Apple, Gorilla Glass milik Corning juga digunakan di smartphone Android yang sudah tidak terhitung lagi banyaknya. Salah satunya adalah smartphone Galaxy S21 Ultra milik Samsung.

Apple tidak mengumumkan secara rinci bagaimana Corning akan mengalokasikan investasi sebesar USD 45 juta itu.

Namun, waktu investasi ini bertepatan dengan laporan terbaru bahwa Apple bisa saja meluncurkan iPhone layar lipat pada tahun 2023.

3 dari 4 halaman

Corning Kembangkan Kaca yang Bisa Ditekuk

Kaca Mobil Adopsi Teknologi Layar Smartphone
Perbesar
Layar smartphone, terutama Gorilla Glass yang diproduksi oleh Corning Inc, telah beberapa kali diuji cobakan untuk menjadi kaca mobil.

Kembali pada 2019, Corning disebut-sebut mengembangkan versi kaca yang bisa ditekuk.

Selanjutnya pada Februari 2021, perusahaan berharap perangkat yang menggunakan teknologi tersebut dapat mencapai pasar antara 12-18 bulan ke depan.

Jika berfungsi, kaca tersebut akan dipakai dalam smartphone yang bisa dilipat dan memiliki masa pakai panjang, tahan lama, dan tidak memerlukan lapisan pelindung plastik seperti yang dipakai di smartphone lipat terbaru Samsung, Galaxy Fold series.

"Hari ini, ketika Anda membeli smartphone dengan Gorilla Glass, Anda menyentuh kaca. Itulah yang sedang kami upayakan," kata Corning mengenai ambisinya mengembangkan kaca yang bisa ditekuk pada tahun 2020.

(Tin/Isk)

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓