Pesawat Antariksa Peneliti Asteroid Milik NASA Mulai Kembali ke Bumi

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 11 Mei 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 13:30 WIB
Wahana NASA bertajuk Osiris-Rex berhasil mencapai area sekitar asteroid Bennu, yang kemungkinan menabrak Bumi (NASA)
Perbesar
Wahana NASA bertajuk Osiris-Rex berhasil mencapai area sekitar asteroid Bennu, yang kemungkinan menabrak Bumi (NASA)

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat antariksa NASA yang bertugas mengambil sampel bantuan dari asteroid Bennu bakal memulai perjalanan kembali ke Bumi.

Pesawat NASA bernama Osiris-REX tersebut bakal menempuh perjalanan luar angkasa selama 2 tahun untuk mencapai Bumi.

Hal ini diketahui dari manuver Osiris-REX menembakkan pendorong untuk bisa kembali ke Bumi. Manuver tersebut mendorong pesawat antariksa berukuran sebesar minivan ke jalur kosmik yang berkelok-kelok di sekitar Matahari, lalu menuju orbit Bumi.

Mengutip The Verge, Selasa (11/5/2021), pesawat antariksa ini akan kembali ke Bumi pada 2023 dan akan melemparkan kapsul berisi sampel asteroid Bennu melalui atmosfer dan diperkirakan jatuh di suatu tempat di Utah, Amerika Serikat.

Manuver keberangkatan (asteroid departure maneuver/ ADM) pesawat antariksa tidak sulit bagi tim Osiris-REX.

Namun, hal itu menandakan langkah signifikan menuju kembalinya sampel asteroid murni pertama dalam sejarah NASA.

Engineer pesawat antariksa di Lockheed Martin di Littleton, Colorado, AS mengkonfirmasi, manuver tembakan pendorong yang berlangsung selama tujuh menit itu berlangsung Senin sore pukul 16.00 waktu setempat. Para engineer pun merayakan kesuksesan ini.

2 dari 3 halaman

Tentang Osiris-REX

Osiris Rex
Perbesar
Osiris Rex akan diluncurkan pada September 2016 untuk mempelajari asteroid Bennu (Twitter/Dante Lauretta)

"Semua stasiun, pembakaran ADM telah selesai. Kami mengalami pembakaran ADM nominal dan kami membawa pulang sampel kami," kata Ketua Tim Navigasi Pete Antreasian, disambut tepuk tangan di dalam ruang kendali.

Osiris-REX diluncurkan dari Florida pada 2016. Misinya adalah melakukan perjalanan lebih dari 100 juta mil ke Bennu, sebuah asteroid yang dinamai dari dewa mitologis Mesir, yang melambangkan penciptaan dunia.

Para ilmuwan berharap, Bennu, asteroid peninggalan kuno dari masa awal tata surya menyimpan petunjuk tentang asal usul kehidupan di Bumi.

Tahun 2020, Osiris-REX memasuki orbit Bennu, menjadi pesawat antariksa pertam AS yang mengitari asteroid ini.

Secara bertahap, pesawat ini mendekati permukaan batuan luar angkasa, memperpanjang lengan robotnya yang setinggi 11 kaki dengan perangkat pengumpul berbentuk kepala pancuran di ujungnya.

3 dari 3 halaman

Kumpulkan Sampel dari Asteroid Bennu

Ilustrasi asteroid Bennu
Perbesar
Ilustrasi asteroid Bennu (NASA)

Dalam peristiwa dramatis yang berlangsung hanya beberapa detik ini, kepala pengumpul mengambil sampel di permukaan Bennu dan mengeluarkan semburan gas bertekanan cukup kuat untuk menendang batu dan puing-puing asteroid dan menangkapnya di wadah kepala pengambilan sampel.

Permukaan Bennu disebut-sebut sangat lembut dan manuver sentuh-dan-pergi ini mencipratkan lebih banyak bebatuan ketimbang yang diperkirakan para ilmuwan. Kabarnya, kepala pengumpul berhasil mengambil sekitar 2 ons sampel batuan.

Sampel batuan itu pun dimasukkan ke kapsul yang ada di pesawat. Osiris-REX tetap tinggal di sekitar Bennu selama beberapa bulan agar tertutup debu dan meledakkannya, guna mempelajari kawah yang ditinggalkannya di permukaan asteroid. Pesawat ini pun kini dalam perjalanan pulang.

Setelah tiba di Utah, NASA akan memindahkan kapsul beserta isinya ke Johnson Space Center di Houston.

Rencananya pada ilmuwan hanya akan mempelajari sekitar 25 persen dari sampel batuan tersebut, sementara 75 persen sisanya disimpan agar bisa dipelajari ilmuwan lain di masa depan.

(Tin/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓