Baru Dirilis, Apple AirTag Sudah Kena Retas

Oleh Iskandar pada 10 Mei 2021, 17:15 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 17:15 WIB
Apple
Perbesar
Tampilan Apple AirTag yang baru saja diperkenalkan. (Foto: Apple)

Liputan6.com, Jakarta - Apple AirTag baru saja diumumkan dan dirilis belum lama ini. Kurang dari sebulan sejak peluncuran resminya, gadget tersebut telah diretas.

Namun, peretasan ini berasal dari peneliti keamanan TI, yang mana artinya lebih bertujuan untuk menunjukkan kemungkinan terjadinya peretasan ketimbang melakukannya untuk tujuan jahat.

Dalam proses peretasan, yang dilakukan peneliti adalah mereka berhasil merekayasa balik mikrokontroler di AirTag, meskipun tampaknya itu tidak semudah yang dibayangkan, kerena mereka telah merusak dua AirTag.

Namun, begitu mereka mengakses mikrokontroler, mereka mem-flash ulang perangkat dan berhasil mengubah cara AirTag berfungsi.

Pada dasarnya, apa yang mereka lakukan adalah mengubah URL di AirTag ke perangkat yang berbeda.

Ketika AirTag diatur ke mode hilang--setiap kali perangkat berkemampuan NFC seperti iPhone atau ponsel Android diletakkan di dekat AirTag--mereka akan mendapatkan prompt yang akan membuka browser dan mengarahkan mereka ke situs web Apple, di mana mereka dapat menghubungi pemiliknya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini


Memodifikasi URL

Apple
Perbesar
Apple adalah sebuah industri visioner yang merevolusi industri komputer, musik, dan komunikasi seluler.

Namun, dengan memodifikasi URL, berarti seseorang dapat dengan sengaja membiarkan AirTag yang "hilang" tergeletak di sekitar untuk diambil orang.

Ketika mereka mencoba membuka situs web, mereka dapat dialihkan ke konten berbahaya.

Namun, hingga berita ini naik, belum ada tanggapan dari Apple. Yang jelas, masalah ini perlu ditangani.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya