Telkomsel Tambah Investasi Sebesar Rp 4,2 Triliun di Gojek

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 10 Mei 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 09:30 WIB
Telkomsel
Perbesar
Telkomsel kembali mengguyur investasi lanjutan pada Gojek dengan nilai USD 300 juta atau setara Rp 4,2 triliun. (Foto: Telkomsel).

Liputan6.com, Jakarta - Telkomsel menambah investasi sebesar USD 300 juta atau setara Rp 4,2 triliun di Gojek.

Hal ini dilakukan untuk memantapkan kolaborasi dalam mengakselerasi kemajuan ekosistem digital inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air.

Investasi lanjutan ini dimaknai sebagai momentum memperkuat dan memperdalam kolaborasi untuk menghadirkan layanan digital komprehensif serta melahirkan lebih banyak solusi inovatif.

Kedua perusahaan pun bakal terus mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih dalam di setiap aspek kehidupan masyarakat.

Dengan tambahan investasi, Telkomsel dan Gojek akan membuka lebih banyak peluang sinergi serta integrasi layanan digital. Tujuannya untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada pelanggan, masyarakat, dan seluruh mitra di ekosistem bisnis kedua perusahaan.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, investasi lanjutan dari Telkomsel merupakan penegas atas kesamaan visi kedua perusahaan yang sama-sama lahir untuk menjawab masalah di tengah masyarakat melalui inovasi dan teknologi.

"Telkomsel menatap optimis upaya penanaman modal terbaru ini akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk menikmati lebih banyak inovasi berbasis teknologi terdepan," kata Setyanto, dalam keterangan Telkomsel, Senin (10/5/2021).

2 dari 3 halaman

Perkuat Bisnis Digital

Telkomsel
Perbesar
Telkomsel kembali mengguyur investasi lanjutan pada Gojek dengan nilai USD 300 juta atau setara Rp 4,2 triliun. (Foto: Telkomsel).

Setyanto menjelaskan, aksi korporasi ini merupakan strategi Telkomsel memperkuat trifecta bisnis digital perusahaan, yakni konektivitas digital, platform digital, dan layanan digital.

Co-CEO Gojek Group Andre Soelistyo mengatakan, pendanaan lanjutan Telkomsel ini akan mengoptimalkan sumber daya dan keahlian dari masing-masing perusahaan untuk berinvestasi dan memperluas manfaat ekonomi bagi lebih banyak konsumen, mitra driver, dan pelaku UMKM di Indonesia.

"Kami percaya sekaligus berkomitmen bahwa kemitraan ini akan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar ekonomi digital Asia Tenggara," katanya.

Aksi investasi lanjutan ini didukung pemegang saham Telkomsel yakni Telkom Indonesia dan Singtel Group.

Dengan investasi lanjutan, Telkomsel dan Gojek akan melengkapi sinergi yang telah dijalin dengan menjalankan lebih banyak upaya kolaboratif strategis.

Dengan demikian, keduanya mampu mengakselerasi adopsi gaya hidup digital dan mendorong lebih banyak pelaku bisnis dalam memanfaatkan platform daring.

3 dari 3 halaman

Sebelumnya Suntik

Sebelumnya, Telkomsel mengumumkan investasinya kepada Gojek pada November 2020. Saat itu, perusahaan telko pelat merah menggelontorkan dana tunai sebesar USD 150 juta atau setara Rp 2,1 triliun pada Gojek. 

Dengan investasi ini, kedua perusahaan sepakat berkolaborasi untuk memperkuat posisi di Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Investasi ini akan mendukung kedua perusahaan untuk bersinergi dalam mengakselerasi transformasi digital di tanah air.

Pasalnya, Gojek dan layanannya digunakan oleh jutaan konsumen dan mitra pengemudi. Sementara, Telkomsel sebagai operator seluler terbesar di Indonesia telah memiliki lebih dari 170 juta pelanggan.

Berbagai kolaborasi dilakukan keduanya mulai dari integrasi layanan Telkomsel MyAds dengan GoBiz, memudahkan UMKM Gojek jadi mitra reseller Telkomsel melalui aplikasi DigiPOS Aja!

Selain itu Telkomsel juga menyediakan paket data khusus untuk driver Gojek, menghadirkan lebih dari 20.000 outlet Telkomsel di layanan GoShop, hingga kolaborasi co-marketing layanan gim Telkomsel Dunia Games dan Gopay untuk memberi nilai tambah bagi pengguna PUBG Mobile. 

(Tin/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓