Top 3 Tekno: Alasan Aplikasi Caller ID Berbahaya Bikin Penasaran Pembaca

Oleh Yuslianson pada 04 Mei 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 11:30 WIB
[Bintang] Dapat Telepon Aneh dari +242? Jangan Ditelepon Balik
Perbesar
Modus penipuan baru dengan menggunakan nomor telepon aneh +242. (Ilustrasi: Positive Solar)

Liputan6.com, Jakarta - Berita tentan alasan kenapa aplikasi Caller ID berbahaya bagi penggunanya, membuat penasaran pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Senin (3/5/2021).

Artikel tentang Kemkominfo menetapkan pemenang seleksi penyelengara multipleksing siaran TV digital, dan Bukalapak mengumumkan sosok Komisaris Utama dan Komisaris juga populer kemarin.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Aplikasi Caller ID Berbahaya, Ini Alasannya

Buat yang suka belanja di online shop, hati-hati dengan modus penipuan baru yang meminta cashback. (Ilustrasi: Pexels.com)

The Official of Communication (Ofcom) Inggris memperingatkan publik untuk tidak menggunakan aplikasi Caller ID di smartphone mereka.

Aplikasi yang memberikan informasi terkait nama pengguna berdasarkan nomor telepon itu dimanfaatkan penipu untuk melakukan kejahatan.

Direktur Ofcom, Huw Saunders, mengatakan Caller ID tidak boleh digunakan sebagai alat untuk memverifikasi identitas penelepon.

Baca Selengkapnya di Sini

 

2 dari 3 halaman

2. Kemkominfo Tetapkan Pemenang Seleksi Penyelenggara Multipleksing Siaran TV Digital, Ini Daftarnya

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. (Ist)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menetapkan hasil seleksi penyelenggaraan multipleksing TV digital terestrial di 22 wilayah layanan (22 provinsi) di Indonesia.

Dalam pengumumannya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, mengatakan tim seleksi sebelumnya telah mengumumkan hasil seleksi penyelenggaraan multipleksing TV digital pada 26 April 2021. Saat itu tim seleksi memberikan kesempatan masa sanggah hingga 30 April 2021.

Baca Selengkapnya di Sini

 

3 dari 3 halaman

3. Bukalapak Umumkan Bambang Brodjonegoro dan Yenny Wahid dalam Jajaran Komisaris

Bukalapak mengumumkan pengangkatan Komisaris Utama, yakni Bambang Brodjonegoro dan Komisaris, Yenny Wahid.(Foto: Bukalapak)

Bukalapak telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 April 2021. Dalam RUPS tersebut, CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, memberikan paparan seputar kinerja perusahaan sepanjang 2020.

Namun tidak hanya itu, dalam RUPS ini, Bukalapak juga mengumumkan pengangkatan Komisaris Utama, yakni Bambang Brodjonegoro dan Komisaris, Yenny Wahid.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait