Siber Polri: Awas Penipuan Berkedok WhatsApp Lewat SMS

Oleh Iskandar pada 03 Mei 2021, 17:07 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 17:07 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Perbesar
Ilustrasi WhatsApp. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta Siber Polri memperingatkan masyarakat Indonesia agar tak mudah tertipu dengan SMS yang mengatasnamakan pihak WhatsApp.

Pesan peringatan ini disampaikan Siber Polri via akun Instagram resminya, @ccicpolri. Mereka menampilkan infografis sederhana yang bertajuk "Hati-Hati Penipuan Berkedok WhatsApp Kembali Beredar".

Pantauan Tekno Liputan6.com, Senin (3/5/2021), dalam SMS penipuan itu berisi "WhatsApp Ramadhan No/WA Anda terpilih mendapatkan hadiah Rp 175 juta..." yang disertakan dengan tautan.

Siber Polri mengimbau, jika menerima pesan tersebut maka sebaiknya jangan meng-klik tautan yang dicantumkan.

"Mengingat pesan tersebut tidak dikirimkan langsung oleh pihak WhatsApp, ada kemungkinan tautan akan menjebak konsumen seperti kasus phishing yang banyak terjadi," tulisnya sebagai keterangan infografis di Instagram.

 

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Siber Polri (@ccicpolri)

2 dari 2 halaman

Apa Itu Phishing?

Phishing
Perbesar
Ilustrasi phishing.

Phishing biasanya dilakukan pelaku dengan berpura-pura menjadi orang lain (biasanya perusahaan besar) dan berusaha mengelabui korban untuk mendapatkan informasi pribadinya.

Phishing masih menjadi ancaman nyata mengingat kerap memanfaatkan teknik yang semakin canggih. Terlebih, penipuan dan berita bohong kini berkembang semakin nyata.

Sejumlah bentuk phishing yang biasa digunakan adalah pesan teks, email, profil media sosial, unggahan, termasuk situs web palsu.

Biasanya, pelaku akan mengirimkan pesan yang seolah-olah berasal dari perusahaan ternama atau seseorang yang dikenal.

 

Lanjutkan Membaca ↓