Facebook dan Instagram Ajak Pengguna iOS Tolak Fitur App Tracking Transparancy di Layanannya

Oleh Agustinus Mario Damar pada 04 Mei 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 07:30 WIB
Facebook
Perbesar
Ilustrasi Facebook (Foto: New Mobility)

Liputan6.com, Jakarta - Apple telah meluncurkan fitur baru yang diberi nama App Tracking Transparency. Secara sederhana, fitur yang tersedia di iOS 14.5 ini memungkinkan pengguna memberikan izin pelacakan aktivitas atau tidak ketika aplikasi pertama dibuka.

Namun fitur ini ternyata tidak diterima oleh sejumlah perusahaan aplikasi, seperti Facebook. Raksasa media sosial itu menjadi salah satu perusahaan yang vokal menentang kehadiran fitur ini.

Oleh sebab itu, Facebook diketahui mulai memberikan notifikasi pada pengguna agar mereka tidak mengaktifkan fitur App Tracking Transparency. Dikutip dari Engadget, Selasa (4/5/2021), ahlli teknologi Ashkan Soltani mengatakan notifikasi ini juga muncul di Instagram.

Dalam notifikasi tersebut, Facebook mengatakan dengan mengizinkan pelacakan aktivitas atau tidak mengaktifkan fitur App Tracking Transparency di layanannya, para pengguna bisa menerima iklan yang lebih dipersonalisasi.

Tidak hanya itu, cara ini juga memungkinkan Facebook memberikan layanan gratis. Para pengguna yang mengaktifkan fitur ini disebut turut ikut membantu pelaku bisnis yang mengandalkan iklan untuk meraih konsumen mereka.

Notifikasi ini, menurut Facebook, merupakan bentuk edukasi dari perusahaan mengenai soal pelacakan aktivitas yang mereka lakukan bagi pengguna.

Sebagai informasi, Facebook memang mengatakan akan memberikan notifikasi ke pengguna iPhone di seluruh dunia mengenai informasi cara mereka menggunakan data pengguna untuk memberikan iklan yang terpersonalisasi.

Dengan notifikasi ini, perusahaan meminta pengguna Facebook dan Instagram mengizinkan layanan mereka untuk mengakses aktivitas yang dilakukan di aplikasi dan situs web.

2 dari 3 halaman

10 Ribu Aplikasi iOS Aktifkan Fitur App Tracking Transparency

iOS
Perbesar
Tampilan iOS 14 yang baru diluncurkan oleh Apple. (Doc. Apple)

Untuk diketahui, kurang dari sepekan pasca-Apple mengumumkan fitur App Tracking Transparency, sekitar 10 ribu aplikasi iOS telah mengaktifkan fitur tersebut.

Mengacu pada laporan yang diterbitkan firma analitik, data aplikasi dan analisis AppFigures, menemukan 10 ribu aplikasi di AppStore telah mengaktifkan izin pelacakan data kegiatan aplikasi atau App Tracking Transparency. 

Dikutip dari Apple Insider, Minggu (2/5/2021), sebagai referensi, Apple memberikan penawaran kepada lebih dari 2 juta aplikasi yang ada di App Store.

Rinciannya, aplikasi yang menyetujui termasuk pada beberapa kategori. Aplikasi gim terhitung 20 persen, sementara utilitas, hiburan, berita, dan belanja ada pada kisaran 6 persen. Kemudian, aplikasi jejaring sosial, berada sekitar 5 persen.

3 dari 3 halaman

Apa Itu App Tracking Transparency

App Tracking Transparency adalah fitur yang mengharuskan pengembang aplikasi meminta izin pelacakan data kegiatan terkait aplikasi tersebut kepada pengguna.

Sehingga, tidak secara diam-diam pengembang dapat melacak penggunanya.

Kendati demikian, kritikus menilai kalau kebijakan ini akan mengganggu bisnis yang bergantung pada iklan. Namun Apple kembali menjamin dengan menghadirkan alat atribusi iklannya sendiri.

Sitem seperti SKAdNetwork dan Privacy Click Measurement tak secara langsung mengidentifikasi pengguna dan karenanya dapat diintegrasikan tanpa izin pengguna.

Fitur ini datang bersamaan dengan update iOS 14.5 pada awal pekan lalu. Langkah ini disebut sebagai sesuatu yang penting dalam ranah privasi.

(Dam)

Lanjutkan Membaca ↓