KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam, Warganet Ucapkan Duka Cita di Medsos

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 24 Apr 2021, 19:48 WIB
Diperbarui 24 Apr 2021, 20:34 WIB
KRI Nanggala 402
Perbesar
Kapal selam KRI Nanggala 402 adalah kapal selam milik Indonesia buatan Jerman.

Liputan6.com, Jakarta - Kapal selam KRI Nanggala 402 yang sempat hilang kontak sejak Rabu pagi, 21 April 2021, dinyatakan mengalami subsunk atau tenggelam.

Hal ini diungkap oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana TNI, Yudo Margono, dalam konferensi pers yang dilakukan Sabtu (24/4/2021).

Mendengar informasi kapal selam KRI Nanggala 402 dipastikan tenggelam, warganet pun mengucapkan rasa duka cita yang mendalam, diiringi dengan kesedihan dari masyarakat Indonesia.

Ucapan belasungkawa dan duka cita itu diunggah warganet Indonesia melalui media sosial baik itu Twitter maupun Instagram. Ucapan duka cita Rest in Peace menjadi salah satu trending topic di lini masa Twitter Indonesia.

Pantauan Tekno Liputan6.com, Sabtu (24/4/2021) malam, selain Rest In Peace, tagar dan topik lain terkait dengan kapal selam KRI Nanggala 402 yang juga menjadi trending topic adalah KRI 402, tagar KRI Nanggala 402 yang penulisannya di Twitter #KRINaggala402, hingga Innalillahi.

Tidak hanya itu, Instagram juga banyak diramaikan oleh gambar ucapan duka cita atas tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ucapan Duka Cita Warganet

Wujud Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak
Perbesar
Foto tak bertanggal yang dirilis 21 April 2021 menunjukkan kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari pangkalan angkatan laut di Surabaya. Kapal selam tersebut bergabung dengan jajaran TNI AL tahun 1981. (Handout/Indonesia Military/AFP)

Pengguna Twitter mencuitkan mereka turut berduka cita untuk seluruh kru dan keluarga ABK KRI Nanggala 402.


Dinyatakan Subsunk atau Tenggelam

FOTO: Kapal Selam KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Perbesar
Panglima TNI Hadi Tjahjanto (tengah) menyampaikan keterangan dan menunjukkan puing-puing yang ditemukan dalam operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 di Pangkalan Udara Militer Ngurah Rai, Bali, Sabtu (24/4/2021). KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam atau subsunk. (AP Photo/Firdia Lisnawati)

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengumumkan kapal selam KRI Nanggala 402 tenggelam atau subsunk setelah ditemukan beberapa serpihan.

"Dengan adanya bukti otentik diyakini milik KRI Nanggala 402, sehingga saat ini kami isyaratkan dari submiss menuju fase subsunk. Kami tingkatkan menuju subsunk," kata Yudo, Sabtu (24/4/2021).

Yudo yang bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto itu mulai memperlihatkan serpihan yang ditemukan pihaknya.

Adapun barang-barang yang dimaksud di antaranya pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, pelumas teleskop kapal selam, alas yang biasa dipakai ABK untuk beribadah dan spon.

Setelah mendengar dari keterangan mantan anak buah kapal (ABK) Kapal Selam KRI Nanggala 402 dan beberapa komunitas kapal selam, dipastikan barang-barang tersebut milik kapal yang dijuluki monster laut tersebut.

"Dari kesaksian para ahli dalam hal ini adalah mantan-mantan ABK KRI Nanggala 402 dan komunitas kapal selam diyakini bahwa ini adalah barang barang milik KRI Nanggala 402," jelas Yudo.


Bukti Otentik

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pihak TNI AL telah menemukan bukti-bukti otentik tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali.

"TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala," kata Hadi saat konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

Dia pun menuturkan, seluruh tim sudah bekerja keras melakukan pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang sudah menghilang tiga hari ini.

Terlebih, hari ini merupakan batas akhir ketersediaan oksigen di kapal selam KRI Nanggala 402.

"Pagi dini hari tadi merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam," jelas Hadi.

(Tin/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya