YouTube Mulai Gulirkan Fitur Pengaturan Resolusi Video Secara Mandiri

Oleh Yuslianson pada 26 Apr 2021, 04:35 WIB
Diperbarui 26 Apr 2021, 04:35 WIB
Logo YouTube
Perbesar
Logo YouTube (Photo by Christian Wiediger on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah ditunggu lama, YouTube akhirnya menggulirkan update yang memungkinkan pengguna untuk mengatur resolusi video di aplikasi Android dan iOS.

Hingga saat ini, YouTube hanya menyediakan beberapa daftar resolusi untuk pengaturan video di dalam aplikasi, termasuk opsi Auto.

Adapun opsi Auto sendiri memungkinkan aplikasi secara otomatis menyesuaikan kualitas video yang diputar tergantung pada kecepatan koneksi internet.

Selain Auto, YouTube juga menyediakan opsi Higher picture quality, Data Saver, dan Advanced.

Fitur baru pengaturan kualitas video di YouTube. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Dikutip dari GSM Arena, Senin (26/4/2021), lewat pembaruan ini, perusahaan mengubah opsi daftar resolusi mulai dari 144p hingga 2160p--tergantung dari resolusi video yang di-upload.

Perusahaan mengatakan, pengaturan baru ini telah aktif di sisi server jadi meng-update aplikasi youTube ke versi terbaru tidak menjamin opsi baru ini akan muncul.

 

2 dari 3 halaman

YouTube Jadi Platform Terpopuler di Amerika Serikat

Di sisi lain, YouTube kembali menjadi media sosial paling dominan di Amerika Serikat (AS) bersama dengan Facebook.

Hal itu mengacu pada data yang dikumpulkan Pew Research Center yang meneliti tentang cara orang AS menggunakan media sosial.

YouTube masih berkembang dengan meningkatkan pangsa penggunanya dari 73 persen orang dewasa pada 2019 menjadi 81 persen pada 2021.

 

3 dari 3 halaman

Tidak Terlalu Kecanduan

Meski pertumbuhan terlihat melambat, orang AS tampaknya tidak terlalu kecanduan media sosial. Di antara pengguna Facebook, 49 persen mengatakan mereka memeriksa situs itu beberapa kali sehari.

Kemudian, 45 persen pengguna Snapchat membuka aplikasi lebih dari sekali sehari, demikian pula 38 persen pengguna Instagram.

Untuk YouTube, lebih dari sepertiga pengguna melaporkan mengunjungi layanan lebih dari sekali sehari.

(Ysl/Tin)

Lanjutkan Membaca ↓