Baznas dan Gopay Kolaborasi Maksimalkan Penerimaan Zakat Digital

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 24 Apr 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 24 Apr 2021, 15:00 WIB
Pembayaran zakat melalui Gopay
Perbesar
Baznas dan Gopay bekerja sama untuk memaksimalkan penerimaan zakat melalui pembayaran digital (Foto: Gopay).

Liputan6.com, Jakarta - Sejalan dengan momen Ramadhan, layanan pembayaran digital Gopay bersama Baznas mengajak masyarakat memaksimalkan pembayaraan zakat secara digital selama pandemi.

Penyaluran zakat diharapkan dapat membantu mengentaskan kemiskinan, menangani bencana hingga menuntaskan program-program pembangunan berkelanjutan.

Di tahun 2021, Baznas menargetkan untuk mengumpulkan zakat, infak dan sedekah Rp 503 miliar, dengan target 30 persen berasal dari transaksi digital.

Kerjasama antara Gopay dan Baznas salah satunya akan berfokus pada aspek edukasi mengenai kemudahan dan keamanan berdonasi digital.

Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memanfaatkan metode berdonasi digital karena kurangnya informas.

Pimpinan Baznas Rizaludin Kurniawan mengatakan, peluncuran Gerakan Cinta Zakat mempopulerkan zakat sebagai bentuk kasih sayang untuk fakir miskin sekaligus jaring pengaman sosial bagi mustahik (golongan penerima zakat), terutama dalam membantu pemulihan ekonomi di masa pandemi.

"Kami optimistis 30 persen dari Rp 503 miliar target zakat dapat dimaksimalkan melalui kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk Gopay," kata Rizaludin, dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Sabtu (24/4/2021).

"Dengan kemudahan dan luasnya jangkauan yang dihadirkan oleh Gopay, diharapkan proses penghimpunan zakat dapat menjadi lebih efektif dan efisien."

2 dari 3 halaman

Gunakan Fitur GoTagihan

Gopay
Perbesar
Baznas dan Gopay bekerja sama untuk memaksimalkan penerimaan zakat melalui pembayaran digital (Foto: Gopay).

Managing Director Gopay Budi Gandasoebrata mengatakan, transaksi digital terus menjadi pilihan masyarakat di masa pandemi, termasuk untuk beramal.

"Gopay menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat untuk berdonasi secara digital. Hal ini terlihat dari jumlah pengguna Gopay yang membayarkan zakat melalui fitur GoTagihan di aplikasi Gojek meningkat hampir 3x lipat di tahun 2020 dibanding tahun sebelumnya," kata Budi.

Tingkatkan Edukasi

Guna tercapainya target 30 persen zakat dibayarkan melalui pembayaran digital, diperlukan edukasi mengenai manfaat pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara digital.

Selama Ramadhan, Gopay dan Baznas melakukan sosialisasi Gerakan Cinta Zakat ke berbagai lapisan masyarakat Indonesia, termasuk edukasi kepada jutaan mitra driver dan merchant yang tergabung di ekosistem Gojek.

3 dari 3 halaman

Kenaikan Donasi Digital Saat Pandemi

"Kami berharap upaya ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk dapat berdonasi secara digital, sehingga dapat memaksimalkan penghimpunan zakat yang akan membantu pemulihan ekonomi Indonesia," kata Budi.

Dalam lima tahun terakhir, ekosistem donasi Indonesia semakin berkembang. Riset Gopay melaporkan rerata kenaikan nilai per donasi digital sebesar 72 persen selama pandemi.

GoPay sendiri mencatat, transaksi donasi meningkat 2,5 kali lipat di tahun 2020, dengan total nilai donasi mencapai Rp 136 miliar.

Pengguna Gopay yang ingin membayar zakat cukup membuka fitur GoTagihan yang terdapat di aplikasi Gojek. Selanjutnya pengguna bisa memilih menu Zakat dan lembaga tujuan, lalu masukkan jumlah yang ingin dibayarkan.

Selain itu, pengguna Gopay dapat berdonasi tanpa tatap muka lewat QRIS ke lebih dari 400 rumah ibadah dan LAZ yang telah bekerja sama dengan Gopay.

(Tin/Ysl)

 

Lanjutkan Membaca ↓