Top 3 Tekno: WhatsApp Pink Bisa Ambil Alih Akun Pengguna Jadi Sorotan

Oleh Yuslianson pada 20 Apr 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 11:30 WIB
[Fimela] ilustrasi whatsapp
Perbesar
ilustrasi whatsapp | pexels.com/@anton-8100

Liputan6.com, Jakarta - Modus penipuan yang mengklaim WhatsApp punya tema baru warna pink, yang diaktifkan hanya dengan mengklik sebuah tautan (link), menjadi sorotan pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Senin (19/4/2021).

Tak hanya itu, pembaca juga menyoroti berita soal harga Drone DJI Air 2S, dan Nintendo melayangkan gugatan terhadap kelompok hacker.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Waspada WhatsApp Pink, Virus yang Bisa Ambil Alih Akun Hanya dengan Klik Link

Ilustrasi WhatsApp (iStockPhoto)

Pengguna WhatsApp perlu berhati-hati. Kini ada modus penipuan yang mengklaim WhatsApp punya tema baru warna pink, yang diaktifkan hanya dengan mengklik sebuah tautan (link).

Tautan ini dibagikan dari satu ke pengguna lainnya melalui berbagai obrolan grup. Tidak hanya bisa memuat tema baru, tautan ini juga menjanjikan fitur-fitur baru di WhatsApp.

Mengutip laman Mint, Senin (19/4/2021), para ahli keamanan siber meminta agar para pengguna WhatsApp berhati-hati dengan tautan semacam ini.

Baca Selengkapnya di Sini

 

2 dari 3 halaman

2. Drone DJI Air 2S Dijual Mulai dari Rp 16 Juta di Indonesia, Ini Spesifikasinya

DJI Air 2S (Foto: DJI)

Erajaya Group bersama DJI merilis drone personal terbarunya, yakni DJI Air 2S.

Drone kamera portabel ini diklaim jadi solusi drone all-in-one karena memiliki kinerja penerbangan kuat dan sensor 1" untuk pengambilan gambar 20MP dan video 5,4K.

Drone DJI Air 2S dibanderol mulai Rp 16 juta di Indonesia untuk pilihan Standard Combo. Pembelian ini termasuk drone, pengendali jarak jauh, satu baterai, dan semua kabel yang diperlukan.

Baca Selengkapnya di Sini

 

3 dari 3 halaman

3. Nintendo Gugat Pemimpin Kelompok Hacker Team Xecuter

Super Mario Odyssey, gim terbaru Nintendo untuk Switch. (Sumber: Nintendo)

Nintendo diketahui tengah fokus pada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi terhadap perusahaannya.

Itu juga termasuk sebuah usaha peretasan yang dilkukan untuk menembus ketentuan keamanan perusahaan dalam gim di konsol buatannya.

Kelompok hacker Team Xecuter yang telah digugat sejak 2020 lalu, kini memasuki babak baru.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait