Twitter, Facebook, dan Snapchat Jadi Bagian Kampanye Vaksinasi Pemerintahan Joe Biden

Oleh Arief Rahman Hakim pada 20 Apr 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 07:00 WIB
Veteran Amerika Serikat Antusias Jalani Vaksinasi COVID-19
Perbesar
Seorang petugas medis memegang nampan dengan dosis vaksin Pfizer COVID-19 untuk para veteran Amerika Serikat, di Shelton, Washington, Kamis (4/3/2021). Veteran segala usia bisa mendapatkan vaksin di klinik Puget Sound VA. (AP Photo/Ted S. Warren)

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Pemerintahan Amerika Serikat (AS), Gedung Putih, telah menetapkan Twitter, Facebook, dan Snapchat untuk ikut mengampanyekan terkait vaksinasi covid-19.

Melalui ketiga platform ini, pemerintah di bawah Presiden Joe Biden berharap kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi.

Dikutip dari The Verge, Selasa (20/4/2021), dari jadwal permulaan vaksinasi bagi orang dewasa di negara bagian yang awalnya direncanakan pada 1 Mei, pemerintah AS menentukan waktu baru mulai pada 19 April 2021.

Rencananya, kepala penasihat medis presiden, Anthony Fauci, akan membuat klip pendek di Snapchat, Facebook, dan Twitter, dan mendorongnya bagi pengguna terkait vaksinasi. Selain itu, Wakil Presiden Kamala Harris juga akan terlibat dalam kampenye di media sosial ini.

Sebagai informasi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), lebih dari setengah populasi orang dewasa AS telah menerima vaksinasi tahap pertama.

 

2 dari 2 halaman

Kekhawatiran

Sebelumnya, Food and Drug Administration (FDA) dan CDC merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan vaksin merek Johnson&Johnson karena didapati enam orang yang menerima vaksin tersebut mengalami pembekuan darah.

Kejadian ini dikhawatirkan akan membawa pengaruh bagi sebagian orang lainnya memandang vaksin Covid-19.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa Snap telah menghubungi Gedung Putih terkait upaya untuk menyebarkan kesadaran tentang kelayakan vaksin di antara Snapchatter,” kata juru bicara Gedung Putih.

Senada, juru bicara Twitter juga telah mengonfirmasi adanya kerja sama dengan Gedung Putih.

“Bekerja sama dengan Gedung Putih untuk meningkatkan informasi otoritatif terkait COVID-19," tulisnya.

Lanjutkan Membaca ↓