Tim Esport Indonesia 'Eagle 365' Juarai PUBG APAC

Oleh Iskandar pada 15 Apr 2021, 04:30 WIB
Diperbarui 15 Apr 2021, 04:30 WIB
Tim esport Boom Esports dan Eagle 365. Dok: Acer Indonesia
Perbesar
Tim esport Boom Esports dan Eagle 365. Dok: Acer Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi esport Asia-Pacific Predator League 2020/21 baru saja selesai digelar. Tim esport dari 17 wilayah telah berjuang selama enam hari untuk bisa mengharumkan nama bangsa dan membawa trofi Predator Shield.

Salah satu tim esport dari Indonesia yaitu Eagle 365 berhasil menjuarai sub-turnamen PUBG APAC. Mereka diganjar hadiah dan membawa pulang trofi Predator Shield.

Spesial untuk tahun ini, selain perubahan format dari offline ke online, di mana babak final dibagi menjadi empat sub-turnamen.

Dua untuk Dota 2 dan dua lagi untuk PUBG. Empat tim pemenang dari masing-masing sub-turnamen berbagi hadiah sebesar US$ 240.000 (Rp 3,5 miliar) serta menerima trofi Predator Shield.

Boyong Rp 548 juta

Untuk sub-turnamen PUBG Asia, tiga perwakilan dari Korea Selatan menjadi pusat perhatian, tetapi pada akhirnya tim DWG-KIA yang menjadi pemenang berkat pencapaian peringkat kedua di babak 11 dan 12, ditambah dengan kekalahan tim GPS Ghibli.

Sementara itu, di sub-turnamen PUBG APAC, tim Eagle 365 dari Indonesia mendominasi panggung dengan perolehan 125 poin.

Selain trofi, mereka juga berhak untuk membawa pulang hadiah sebesar US$ 37.500 atau Rp 548 juta. Demikian menurut siaran pers yang Tekno Liputan6.com terima, Kamis (15/4/2021).

Tim Eagle 365 bermain konsisten sejak hari pertama dengan hampir mengamankan posisi lima besar di setiap ronde. Chibiritt dan teman-temannya juga berhasil mempertahankan performa permainan yang apik.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Juara Kedua dan Ketiga

Sedangkan untuk juara kedua dan ketiga, masing-masing diraih tim Cerberus Esports dan tim "No.1" dari Vietnam.

Tim Cerberus memanfaatkan performa tak terduga tim ArkAngel dengan mengamankan kemenangan di ronde 10 dan menyelesaikan di posisi keempat dalam ronde 12, yang memberi mereka 104 poin.

Hal ini membawanya menjadi juara kedua dan mendapatkan hadiah uang sebesar US$ 15.000 atau Rp 219 juta.

Kisah yang paling mengejutkan datang dari tim "No. 1," yang secara ajaib naik dari urutan kedelapan ke urutan ketiga saat mereka meraih kemenangan di ronde 11 dan meraih posisi kedua di ronde 12.

Performa luar biasa mereka menghasilkan 97 poin, membawanya menjadi juara ketiga dengan mendapatkan hadiah sebesar US$ 7,500 atau Rp 110 juta.

 

3 dari 3 halaman

Kemenangan Dota 2

Sementara pada final lower bracket Dota 2 Asia Predator League 2020/21 menghadirkan Team Veteran, tim yang mewakili Myanmar. Mereka berhasil mengalahkan tim The Council dari Bangladesh.

Kemenangan Team Veteran membawa mereka ke babak grand final, di mana mereka melawan tim IMG dari Mongolia. Tim IMG dianggap favorit karena rekor tak terkalahkan yang mereka miliki dan kepemimpinan Ravdan "Hustla" Narmandakh.

Meski demikian, Team Veteran tetap bertahan, dimulai oleh permainan Pangolier dari Kalay99 selama gim pertama dan kejutan “wombo combo” di menit ke-29 pada game ketiga.

Di sisi lain, dalam final lower bracket Dota 2 APAC Predator League 2020/21, tim TNC Predator berhasil mengalahkan tim BOOM Esports dari Indonesia. Meski demikian, BOOM Esports berhasil mengamankan posisi menjadi juara ketiga dalam final sub-turnamen Dota 2 APAC dan mendapatkan hadiah uang sebesar US$ 10.000 atau Rp 146 juta.

Tim TNC Predator pun melanjutkan langkahnya ke grand final, menghadapi sesama perwakilan Filipina yaitu tim Neon Esports, yang berhasil mereka kalahkan dalam pertarungan sebelumnya.

Dalam pertandingan balas dendam tersebut, tim TNC mengalahkan tim Neon, menyapu bersih tim Neon di sebagian besar pertarungan. Kehebatan Marvin “Boomy” Rushton dalam menyusun strategi menjadi kunci kesuksesan tim TNC memenangkan pertandingan tersebut.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓