Tips Cegah Ketegangan Mata Gara-Gara Layar Smartphone

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 14 Apr 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 08:00 WIB
perempuan main ponsel
Perbesar
ilustrasi smartphone/Photo by bongkarn thanyakij from Pexels

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi pandemi yang masih terjadi di seluruh dunia membuat aktivitas harus tetap dilakukan terbatas dari rumah. Dalam kondisi ini layar smartphone pun menjadi salah satu teman yang setia.

Smartphone juga bisa diandalkan untuk banyak hal, mulai dari komunikasi, bekerja, belanja online, hingga hiburan.

Namun tanpa disadari, segala aktivitas online ini membuat pengguna berhadapan terlalu lama dengan layar smartphone dan membuat mata mudah lelah dan pedih.

Belum lagi, blue light atau cahaya biru yang dipancarkan dari layar smartphone dapat berdampak negatif pada mata dan kesehatan kita secara keseluruhan.

Di antara berbagai masalah utama terkait paparan cahaya dari layar smartphone, yang mungkin sering dialami pengguna adalah Computer Vision Syndrome (CVS).

Sindrom ini juga dikenal dengan sebutan visual fatigue dan digital eye strain. Ini merupakan sebuah istilah untuk kumpulan gejala yang berhubungan dengan gangguan mata akibat penggunaan perangkat elektronik berbasis komputer. Misalnya saja laptop, komputer, dan tablet.

Gejala yang biasanya menyertai CVS adalah mata lelah atau pegal, penglihatan kabur atau ganda, dan mata merah, kering, atau terasa panas. Bahkan pada beberapa kasus, CVS dapat disertai dengan sakit kepala, leher, pundak, dan punggung.

Kondisi CVS ini dapat dipicu karena pencahayaan sekitar yang buruk, pancaran cahaya dari layar yang menyilaukan, dan posisi duduk saat sedang memainkan smartphone.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tips Hindari Ketegangan Mata

5 Dampak Negatif Ini Akan Kamu Alami Jika Main HP Sebelum Tidur
Perbesar
Banyak orang yang kecanduan smartphone, bahkan ketika sebelum tidur pun sempat mengecek smartphone.

Saat menatap layar, mata terus bergerak dari satu titik ke titik yang lain dan melakukan fokus dalam waktu yang lama. Akibatnya, otot mata bekerja keras untuk fokus.

Penyebab lain, huruf-huruf pada layar komputer atau ponsel umumnya tidak setajam di media cetak, sehingga secara tidak sadar akan memaksa mata kita untuk lebih fokus dalam membacanya.

Selain itu, kerlip dan cahaya yang berasal dari layar menambah beban kerja pada mata. Nah, frekuensi mata untuk berkedip cenderung berkurang saat menatap layar sehingga menyebabkan mata menjadi lebih kering.

Ada sejumlah cara menghindari efek buruk ini, apa saja?

- Jangan main smartphone hingga berjam-jam

Ubah kebiasaan kamu saat menggunakan smartphone dalam waktu berjam-jam. Dalam hal ini pengguna sebaiknya membatasi waktu penggunaan gadget, termasuk smartphone.

- Sering kedipkan mata

Saat menggunakan ponsel, sebaiknya kamu sering mengedip agar melembapkan mata selama bekerja. Gunakan cara 20-20-20, yakni mengalihkan pandangan dari layar ponsel setiap 20 menit untuk menatap objek yang berjarak jauh sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.

20 detik adalah waktu yang dibutuhkan untuk otot mata berelaksasi.

- Pakai smartphone di ruangan terang

Sebaiknya, pengguna memakai smartphone di lingkungan dengan pencahayaan cukup terang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Posisi Duduk Tegak

Ilustrasi main gim online di smartphone. Dok: Tri Indonesia
Perbesar
Ilustrasi main gim online di smartphone. Dok: Tri Indonesia

- Posisi duduk tegak

Selain cahaya yang terang, posisi duduk saat menatap ponsel diusahakan dalam kondisi tegak atau bersandar namun tidak sembari tiduran.

- Gunakan screen filter

Jika perlu, gunakan screen filter untuk mengurangi kilatan cahaya dari layar.

- Pilih perangkat dengan perlindungan mata

Sejumlah produsen smartphone kini memiliki kepedulian dalam mengurangi paparan cahaya biru yang berbahaya bagi mata pengguna.

Salah satunya Oppo dengan smartphone A54-nya yang didukung fitur Eye Comfort. Fitur ini diklaim mampu mengurangi cahaya biru untuk mencegah ketegangan pada mata. Pengguna juga bisa mengatur layar perangkat tampilan yang dihasilkan bertemperatur hangat guna melindungi mata.

Vendor Oppo juga menambahkan fitur berbasis kecerdasan buatan bernama AI Smart Backlight yang mempelajari kebiasaan pengguna saat menyesuaikan lampu latar dan merekam tingkat kecerahan dan mengaturnya secara otomatis.

Tidak hanya itu, vendor Samsung juga menawarkan opsi serupa yang bernama Eye comfort shield. Dengan mengaktifkannya, tampilan cahaya di layar akan diredupkan dengan warna tampilan layar kekuningan agar tidak silau.

Pada perangkat Xiaomi, mereka menghadirkan mode baca yang fungsinya adalah meredupkan layar dan menggantinya dengan tampilan warna kekuningan.

Perangkat Huawei pun dilengkapi dengan fitur Eye Comfort untuk membuat tampilan layar lebih redup dan warnanya kekuningan agar tidak silau di mata. 

(Tin/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓