Google Play Movies & TV Akan Setop Layanan di Smart TV Roku, Vizio, LG, dan Samsung

Oleh Arief Rahman Hakim pada 13 Apr 2021, 13:17 WIB
Diperbarui 13 Apr 2021, 13:17 WIB
Smart TV/dok. Unsplash Gleen
Perbesar
Smart TV/dok. Unsplash Gleen

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi Google Play Movies & TV akan meninggalkan platform Roku, Vizio, LG, dan Samsung

Layanan ini akan berhenti beroperasi pada sejumlah smart TV mulai 15 Juni 2021. Di antaranya adalah Samsung, LG, Vizio, dan Roku.

Hingga waktu yang ditentukan, pengguna masih bisa menikmati layanan dari Google Play Movies & TV.

Namun, setelah waktu tersebut, pengguna perlu memilih YouTube untuk mengakses konten sebagai gantinya.

Untuk diketahui, semua kredit yang tertera pada akun Google Play pengguna mengenai film dan acara TV masih tersedia.

Namun, ada yang dibatasi, yakni daftar pantauan tak akan ditransfer dan dukungan berbagi lebih terbatas.

Dikutip dari Engadget, Selasa (13/4/2021), Google membagikan informasi ini sejak bulan lalu, namun mengulanginya lagi kepada pengguna melalui email.

Rencananya, Play Movies & TV tidak sepenuhnya berhenti, perusahaan berencana menggabungkannya dengan perangkat lunak Google TV barunya.

Namun, proses ini masih berjalan dan aplikasi masih dapat diunduh di Android dan iOS.

 

2 dari 2 halaman

Gagal Blokir Slogan Kebencian

Di sisi lain, Google diketahui memiliki daftar blokir rahasia yang menyembunyikan video kebencian di YouTube dari pengiklan. Namun, dalam investigasi yang dilakukan The Markup, langkah itu masih memiliki banyak celah.

Menggunakan daftar 86 istilah terkait kebencian yang disusun dengan bantuan para ahli, Google menggunakan daftar blokir tersebut untuk mencoba menghentikan pengiklan membangun kampanye iklan di YouTube seputar istilah kebencian.

Dikutip dari The Next Web, Minggu (11/4/2021), sebagian dari ratusan juta video yang disarankan perusahaan untuk penempatan iklan terkait istilah kebencian ini mengandung rasisme dan fanatisme yang terang-terangan.

Ini termasuk beberapa video menampilkan konten yang diposting ulang dari podcast neo-Nazi, The Daily Shoah. Diketahui, YouTube sudah menanggukan saluran resmi podcast tersebut pada 2019 karena ucapan mengandung kebencian.

Lanjutkan Membaca ↓