Ini Prediksi Teknologi yang Bakal Bentuk Bisnis Selama 3 Tahun ke Depan

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 08 Apr 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 08 Apr 2021, 08:00 WIB
Work From Home
Perbesar
Cegah bosan dan rasa kesepian saat WFH dengan cara ini. (Foto: Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi menjadi tali pengaman selama pandemi global. Semua pasti setuju, dengan teknologi, perusahaan bisa menciptakan cara-cara baru dalam bekerja, berbisnis, berinteraksi, dan meningkatkan kesehatan serta keamanan.

Teknologi juga mengubah ekspektasi dan kebiasaan serta membentuk kenyataan baru di setiap sektor industri. Perusahaan pun reaktif terhadap krisis dengan mencari terobosan baru.

Para pemimpin yang berani dan visioner menggunakan teknologi untuk menentukan masa depan. Demikian menurut laporan tahunan ke-21 Accenture.

Dalam laporan ini, perusahaan-perusahaan terkemuka mempersingkat transformasi digital yang semula 1 dekade menjadi satu atau dua tahun. Bergantung pada digital dan inovasi yang cepat, pemimpin berhasil meningkatkan pendapatan 5x lebih cepat dibanding perusahaan yang lambat bergerak.

Padahal pada 2015-2018, riset Accenture menyebut bahwa pemimpin hanya mampu bergerak 2x lebih cepat. Hasilnya, terciptalah semacam perlombaan antar perusahaan dalam menata ulang bisnis menggunakan inovasi teknologi.

Country Managing Director Accenture Indonesia, Kher Tean Chen mengatakan, pandemi global mendorong perusahaan untuk melakukan percepatan ke masa depan.

"Banyak perusahaan, termasuk di Indonesia yang memutuskan untuk menggunakan teknologi agar bisnis dan komunitasnya tetap berjalan," kata Chen.

Kendati demikian, tidak sedikit pula perusahaan yang gagal karena kekurangan fondasi digital yang dibutuhkan untuk berubah secara cepat.

Managing Director of Technology Accenture Indonesia Retno Kusumawati pun menyebut, perusahaan perlu memikirkan kembali bagaimana aplikasi dikembangkan dan diterapkan, serta bersaing pada arsitektur teknologi agar lebih gesit dan fleksibel.

"Faktanya hampir semua eksekutif (95 persen) di Indonesia menyatakan, arsitektur teknologinya menjadi sangat penting demi kesuksesan perusahaan secara keseluruhan," katanya.

2 dari 3 halaman

Hasil Laporan Technology Vision 2021

Tips Jalani WFH dan Virtual Meeting dengan Tampilan Makeup Prima
Perbesar
Walaupun WFH, tampilan makeup tetap harus terlihat prima. Terutama untuk kamu yang kerap menjalankan virtual meeting. Yuk simak tips seru dari Dear Me Beauty berikut ini./ Photo by Icons8 Team on Unsplash

Accenture pun melakukan survei ke lebih dari 6.200 pemimpin bisnis dan teknologi untuk laporan Technology Vision. Hasilnya, 92 persen mengungkap bahwa perusahaan berinovasi karena dorongan dan keharusan untuk bertindak.

Sementara, 91 persen setuju, bahwa untuk menguasai pasar masa depan, mereka harus menetapkan pasar itu sendiri.

Laporan Technology Vision juga mengidentifikasi lima tren kunci yang harus dijawab oleh perusahaan selama tiga tahun ke depan untuk mempercepat dan menguasai perubahan di semua bagian bisnisnya.

- Menyusun desan masa depan yang strategis

Era baru kompetisi industri dimulai, di mana, perusahaan bersaing dalam merancang sistem TI mereka. Namun, membangun dan menggunakan susunan (stack) teknologi yang paling kompetitif, berarti berpikir berbeda tentang teknologi sehingga strategi bisnis dan teknologi menjadi tidak bisa dibedakan.

89 persen eksekutif percaya bahwa kemampuan perusahaan untuk membangkitkan nilai bisnis akan meningkat berdasarkan keterbatasan dan kesempatan dari arsitektur teknologinya.

- Kekuatan digital twins yang cerdas

Pemimpin sedang membangun digital twins yang cerdas untuk menciptakan model nyata pabrik, rantai pasokan, siklus produk, dan lain-lainnya. Untuk itu perlu menyatukan data dan kecerdasan yang mewakili dunia fisik di ruang digital karena akan membuka kesempatan baru untuk beroperasi, kolaborasi, dan inovasi.

3 dari 3 halaman

Semua Orang Bisa Jadi Inovator di Tempat Kerja

Mengatur Jarak Pandang dari Komputer dan Gadget
Perbesar
Ilustrasi WFH Credit: pexels.com/Ekaterina

- Inovator teknologi

Kini, kapabilitas yang besar tersedia untuk siapa saja di seluruh fungsi bisnis. Kini tiap karyawan bisa menjadi inovator, mengoptimalkan kinerja, memperbaiki masalah, dan menjaga bisnis tetap mengikuti kebutuhan.

88 persen pemimpin pun percaya bahwa demokratisasi teknologi menjadi hal yang penting untuk memicu inovasi di seluruh perusahaan.

- Bekerja di mana saja

Pergeseran terbesar dalam pekerjaan adalah kini siapa pun bisa bekerja di mana saja dan membawa suasana kerjanya sendiri.

Karyawan kini bebas bekerja di mana pun yang mereka inginkan, baik itu di rumah, kantor, bandara, atau tempat lainnya. Dengan model seperti ini, pemimpin bisa memikirkan kembali tujuan mereka bekerja di tiap lokasi dan mendorong kesempatan untuk mereka bisnis di dunia baru ini.

81 persen eksekutif pun setuju bahwa perusahaan terdepan akan bergeser dari pendekatan 'bawa perangkatmu sendiri' ke 'bawa suasana kerjamu sendiri'.

- Sistem multipihak

Permintaan untuk melacak kontak, membayar tanpa menggesek kartu, dan cara baru lainnya berupaya membangun kepercayaan atas suatu layanan. Selama ini hal tersebut belum berhasil dilakukan oleh ekosistem yang ada.

Sistem multipihak dapat membantu bisnis memiliki ketahanan dan kemampuan beradaptasi yang lebih baik, mendekati standar pasar, dan menetapkan standar baru yang mengedepankan ekosistem untuk industrinya.

90 persen eksekutif yang disurvei menyebut, sistem multipihak akan membuat ekosistem mereka mampu membangun fondasi yang lebih tahan banting dan mudah beradaptasi untuk menciptakan nilai baru bersama dengan mitra.

(Tin/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online