Menkominfo Bahas Persiapan 5G dengan Komisi I DPR

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 07 Apr 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 07 Apr 2021, 14:30 WIB
Johnny G Plate
Perbesar
Menkominfo Johnny G Plate (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate membahas persiapan implementasi 5G dengan Komisi I DPR RI, Rabu (7/4/2021).

Dalam kesempatan ini, anggota Komisi I DPR RI meminta penjelasan mengenai tata kelola 5G di Indonesia hingga mempertanyakan apa urgensi untuk menggelar jaringan telekomunikasi generasi kelima ini.

Johnny mengungkap, implementasi jaringan 5G akan berbeda dengan implementasi jaringan sebelumnya seperti 2G, 3G, dan 4G.

Menurutnya, saat ini fokus pemerintah masih pada 4G dan untuk 5G baru ada di level persiapan dan uji coba.

Di Indonesia sendiri, Kemkominfo melakukan pengujian 5G bersama dengan lima operator seluler, mulai dari Hutchison 3 Indonesia, Indosat Ooredoo, Smartfren, XL Axiata, dan Telkomsel.

"Pada periode tahun 2017-2020 Kemkominfo dan 5 operator seluler nasional telah melaksanakan 12 kali uji coba jaringan 5G, termasuk saat Asian Games 2018. Ini seiring dengan komersialisasi layanan 5G yang mulai nyata di beberapa negara Asia Tenggara," tutur Johnny.

2 dari 3 halaman

Uji Coba untuk Persiapkan 5G

Jaringan HP 4G dan 5G
Perbesar
Ilustrasi Foto Jaringan Telpon Seluler atau HP 4G dan 5G. (iSrockphoto)

Johnny juga mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan informasi terkait kapan jaringan 5G akan diimplementasikan di Tanah Air.

"Indonesia kini masih initial show case 5G, jadi masih penataan awal untuk memungkinkan kesiapan kita melaksanakan implementasi 5G, tidak serta merta digelar sekarang tetapi persiapannya yang terus dilakukan," tuturnya.

Dalam rapat bersama Komisi I DPR ini, Johnny juga mengatakan ada lima aspek kebijakan yang penting untuk pengembangan 5G di Tanah Air.

Pertama adalah aspek regulasi. Kedua, aspek spektrum frekuensi radio. Lalu ketiga adalah aspek model bisnis.

Keempat adalah aspek infrastruktur. Kelima aspek perangkat, ekosistem, dan talenta digital.

3 dari 3 halaman

Industri Tunggu Regulasi

Teknologi 5G. Dok: Huawei
Perbesar
Teknologi 5G. Dok: Huawei

Sebelumnya, operator seluler Telkomsel sebagai penyedia layanan mengaku masih melakukan upaya terbaiknya dalam penyediaan 5G di Indonesia. Sebagai informasi, sudah terlampau 26 tahun sejak Telkomsel mengomersialisasikan jaringan 2G pada tahun 1995 lalu.

Manager Network Master Plan Telkomsel, Harry Utama menyebut hal pertama yang perlu dipersiapkan menuju penerapan teknologi komunikasi teranyar itu adalah ekosistem. Kemudian, spektrum yang digunakan.

“Saat ini [penerapan 5G] sedang dikaji oleh pemerintah. Kami juga terus menjalin komunikasi dengan stakeholder terkait,” kata Harry dalam Samsung Galaxy S21 Series 5G Tech Series Workshop bertajuk 5G Myth Busting, yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (9/3/2021).

Harry menambahkan, perusahaan tetap konsisten melakukan persiapan jaringan tersebut, baik pada segi software maupun hardware. Upaya tersebut guna mencapai gaya hidup digital yang inklusif di Indonesia.

(Tin/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓